Selasa, 5 Mei 2026

Berita Internasional Terkini

Dampak Buruk Perang Rusia vs Ukrania, Beli BBM Dijatah, Warga Panic Buying

Usai Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang Ukraina tepatnya wilayah Kiev, membuat sebagian besar warga Ukraina cemas hingga melakukan aksi panic

Tayang:
Editor: Budi Susilo
AFP/ARIS MESSINIS
Seorang pria duduk di luar gedungnya yang hancur setelah pemboman di kota Chuguiv, Ukraina Timur, Kamis (24 Februari 2022). 

TRIBUNKALTIM.CO - Usai Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang Ukraina tepatnya wilayah Kiev, membuat sebagian besar warga Ukraina cemas hingga melakukan aksi panic buying.

Melansir dari laman express, hampir sebagian besar SPBU di beberapa wilayah Ukraina terlihat diserbu ribuan warganya.

Ada aksi memborong bahan bakar tersebut diketahui lantaran masyarakat Ukraina khawatir jika nantinya mereka tidak akan mendapat pasokan BBM setelah adanya serangan pada Kiev, ibu kota Ukraina serta pelabuhan Mariupol di Laut Azov.

Mengantisipasi masyarakatnya memborong BBM, seluruh SPBU di Ukraina terpaksa menjatah jumlah bensin yang dapat dibeli pengemudi.

Baca juga: Kebijakan Baru Liga Italia Serie A Imbas Perang Rusia vs Ukraina, Pelatih AC Milan Kirim Pesan Ini

Baca juga: Terungkap Alasan Rusia Menyerang Ukraina dan Apa yang Diinginkan Vladimir Putin

Baca juga: UPDATE Konflik Rusia vs Ukraina, Ukraina Desak Warga untuk Melawan Saat Pasukan Rusia Memasuki Kyiv

Akibat aksi panic buying tersebut, lantas memicu terjadinya kemacetan panjang pada beberapa SPBU wilayah Kiev.

Tak hanya itu, bahkan warga Kiev juga nampak memadati beberapa supermarket hingga toko kelontong di wilayahnya untuk memborong persedian bahan makanan serta kebutuhan pokok lainnya.

Meski perang dunia ke III dikhawatirkan akan segera terjadi, namun sejauh ini aktivitas jual beli warga Ukraina menggunakan kartu kredit masih bisa berfungsi.

Serangan bom yang dilancarkan Rusia pada Kiev, hingga pasukan darat Rusia yang terpantau mulai memasuki Ukraina melalui wilayah Belarus.

Baca juga: Imbas Rusia vs Ukraina, 3 Negara Ini Minta Alternatif Play Off Kualifikasi Piala Dunia Dimainkan

Disinyalir menjadi pemicu kepanikan warga yang kemudian menimbulkan aksi panic buying serta migrasi masal pada masyarakat Kiev, ke wilayah Ukraina Barat.

Meski Ekonom North Carolina State University, Mike Walden memprediksi akan adanya kenaikan harga di wilayah tersebut.

Namun otoritas Ukraina mengimbau warganya agar tak perlu melakukan aksi panic buying dengan memborong segala persedian bahan pokok mapun BBM.

Semakin Memperburuk Rakyat

Kondisi memburuk pasukan Rusia masuk ibu kota Ukraina, Kyiv. Kementerian Pertahanan Ukraina mendesak warga untuk tidak pasif alias turut melawan.

Bahkan Menhan Ukraina meminta warga buat bom molotov. Agar bisa menetralisir musuh yang masuk ke dalam kawasan pemukiman warga.

Pemerintah Ukraina desak warga untuk melawan saat pasukan Rusia memasuki Kyiv.

Ledakan dan tembakan terdengar di distrik utara Kyiv, saat pasukan Rusia yang menyerbu mendekat, lapor AFP dari lapangan, sebagaimana mengutip TheGuardian (25/02/2022).

Baca juga: Sejarah Terbentuknya NATO dan Keterlibatannya dengan Perang Rusia - Ukraina

Informasi selengkapnya ada dalam artikel ini.

Pejalan kaki berlari untuk keselamatan dan tembakan senjata ringan dan ledakan terdengar di daerah Obolonsky. Ledakan yang lebih besar bisa terdengar sampai ke pusat kota.

Pasukan Rusia pertama kali tiba di pinggiran Kyiv pada hari Kamis ketika pasukan yang diangkut dengan helikopter menyerang sebuah lapangan terbang di luar kota, dekat dengan Obolonsky, lapor AFP.

Ketika mereka tiba di Obolonsky, di dalam kota, halaman Facebook Kementerian Pertahanan mendesak warga sipil untuk melawan:

"Kami mendesak warga untuk memberi tahu kami tentang pergerakan pasukan, membuat bom molotov, dan menetralisir musuh."

Sebelumnya, saat fajar menyingsing di Kyiv, sirene serangan udara terdengar di seluruh ibu kota Ukraina di tengah peringatan serangan Rusia yang akan segera terjadi di kota itu.

Ukraina memperkirakan serangan tank Rusia pada Jumat malam bisa menjadi hari terberat dalam perang, kata seorang penasihat menteri dalam negeri Ukraina.

Asap hitam mengepul dari bandara militer di Chuguyev dekat Kharkiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan operasi militer skala penuh di Ukraina pada Kamis pagi, memberitahu pasukan Ukraina untuk meletakkan senjata mereka dan memperingatkan setiap pasukan yang mengganggu akan menghadapi konsekuensinya.
Asap hitam mengepul dari bandara militer di Chuguyev dekat Kharkiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan operasi militer skala penuh di Ukraina pada Kamis pagi, memberitahu pasukan Ukraina untuk meletakkan senjata mereka dan memperingatkan setiap pasukan yang mengganggu akan menghadapi konsekuensinya. (AFP/ARIS MESSINIS)

Anton Herashchenko mengatakan para pembela Kyiv siap dengan rudal anti-tank yang dipasok oleh sekutu asing.

Sebelumnya, penduduk Kyiv melaporkan terbangun oleh suara ledakan ketika laporan beredar bahwa Rusia telah meluncurkan serangkaian serangan rudal di kota berpenduduk hanya di bawah 3 juta jiwa.

Banyak warga sipil mencari keselamatan di tempat perlindungan bom dan stasiun metro karena laporan tank Rusia bergerak lebih dekat ke kota dari semua sisi.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan bahwa menurut pandangan intelijen Inggris, Rusia bermaksud untuk menyerang seluruh Ukraina tetapi tentaranya gagal memenuhinya pada hari pertama invasinya.

Baca juga: NEWS VIDEO Pasukan Rusia Berhasil Rebut dan Kuasai Reaktor Nuklir Chernobyl di Ukraina

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan "semua bukti menunjukkan bahwa Rusia bermaksud untuk mengepung dan mengancam" ibukota Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah mengkonfirmasi beberapa laporan serangan rudal Rusia dalam pidato nasional pada Jumat pagi.

Beberapa ledakan terdengar di Kyiv pada Jumat pagi saat serangan Rusia memasuki hari kedua. Dua bangunan terbakar di tenggara ibu kota setelah sebuah pesawat Rusia ditembak jatuh dan sebuah pos perbatasan di tenggara terkena rudal, yang menyebabkan korban.

Zelenskiy mengatakan 137 orang tewas dan 316 terluka sejauh ini. Dalam pidato video pada Kamis malam, dia menyesalkan bahwa Ukraina telah "dibiarkan sendirian untuk mempertahankan negara kita", tetapi mengatakan dia akan tetap tinggal di ibu kota meskipun menjadi "target nomor satu" Rusia.

Ukraina telah menetapkan mobilisasi militer penuh dan semua pria berusia 18-60 tahun dilarang meninggalkan Ukraina. 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Khawatir Perang Dunia 3 Pecah, Rakyat Ukraina Dilanda Panic Buying, Pembelian BBM Dijatah 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved