Berita Nasional Terkini
Penyebab Minyak Goreng Langka, Ombudsman Beber Menunggu Suplai CPO
Pasokan minyak goreng di tingkat pasaran langka, apalagi mencari harga yang sesuai harga eceran tertinggi terbilang sukar sekali
Pemerintah telah berupaya tekankan harga minyak goreng eceran tertinggi Rp 14 ribu, akan tetapi di pasaran kosong.
Nah, ada cara saat menjual minyak goreng di pasar yang ada di Provinsi Jawa Tengah.
Sejumlah pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Darurat Klaten Jawa Tengah menjual minyak goreng digabung dengan produk lain dalam satu kemasan.
Baca juga: Polresta Samarinda Sidak ke Beberapa Gudang Minyak Goreng, Hasilnya tak Ada yang Krusial
Hal itu terpaksa dilakukan oleh pedagang lantaran minyak goreng yang didapat dari sales yang memasok minyak tersebut tersedia dalam bentuk bundling.
Seorang pedagang sembako di pasar itu, Sugiarti (65) mengatakan jika dirinya baru satu pekan ini menjual minyak goreng secara bundling dengan mie instan.
"Saya belum lama, baru satu minggu jual minyak goreng secara bundling ini," ujarnya saat TribunJogja.com temui di kios miliknya di pasar itu, Jumat (25/2/2022).
Menurut Sugiarti, minyak goreng kemasan ukuran 2 liter yang dijual secara bundling dengan 4 bungkus mie instan dibanderol Rp 40 ribu.
Baca juga: Bupati Sri Juniarsih Temukan Kelangkaan Minyak Goreng di Sejumlah Ritel di Berau, Stok Kosong
Adapun untuk minyak goreng kemasan ukuran 1 liter yang dijual secara bundling dengan 2 bungkus mie instan dipatok Rp 20 ribu.
"Ini sudah ketentuan dari salesnya. Kalau kita beli minyak goreng saja tidak bisa. Kalau beli minyak goreng harus secara bundling dan kita ya jualnya juga gitu," ulasnya.
Diakui Sugiarti, penjualan minyak goreng secara bundling itu tidak membuat terjadinya peningkatan jual beli minyak goreng.
Bahkan, dalam sehari minyak goreng kemasan yang ia jual secara bundling pernah tidak laku sama sekali.

"Kalau per hari tidak mesti. Kadang laku kadang malah nggak ada yang beli. Ini baru seminggu," ucapnya.
Sebelum mendapatkan minyak goreng bundling itu, lanjut dia, dirinya bahkan sempat berhenti berjualan minyak goreng karena kehabisan stok minyak goreng selama 2 pekan lamanya.
"Kalau minyak curah saya nggak ada. Saya jualnya cuma yang kemasan," ulasnya.
Pedagang lainnya, Ragil mengaku sudah satu bulan terakhir tidak mendapatkan pasokan minyak goreng subsidi.