Sabtu, 11 April 2026

Vitrus Corona di Bontang

Gelar PTM Terbatas Saat Zona Merah, SDN 013 Bontang Selatan Perketat Prokes, Belajar 2 Shift

Seluruh sekolah mulai dari PAUD hingga SMP di Bontang, kini kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Selasa (1/3/2022)

Penulis: Ismail Usman | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Pelaksanaan PTM terbatas 50 persen kembali digelar di SDN 013 Bontang Selatan, mulai hari ini, Selasa (1/3/2022). TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Seluruh sekolah mulai dari PAUD hingga SMP di Bontang, kini kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Selasa (1/3/2022).

Salah satunya, SDN 013 Bontang Selatan yang kini mulai terapkan PTM sejak dari pagi tadi.

“Yah, kita sudah PTM mulai hari ini. Karena telah mendapat izin dari Disdikbud Bontang,” ujar Kepala SDN 013 Bontang Selatan, Rusmiati Rahayu saat ditemui di sekolah.

Rusmiati mengatakan, PTM terbatas ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran yang diterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Nomor 420/0298/Dikbud.

Namun penerapan PTM kali ini berbeda dari yang sebelumnya. Saat ini diatur batas jumlah siswa setiap rombel hanya 50 persen.

Baca juga: Satgas Covid19 Bontang Canangkan Vaksinasi Tingkat RT, Booster Minimal Interval 3 Bulan dari Dosis 2

Baca juga: Update Covid-19 Bontang, Selasa 1 Maret 2022, Tambah 54 Kasus Aktif, 37 Pasien Sembuh

Baca juga: Mulai Besok, Sekolah PAUD hingga SMP di Bontang Boleh Gelar PTM Terbatas

Kemudian batas durasi jam pelajaran juga hanya 4 jam setiap hari. “Kalau sebelumnya 100 persen. Jam pelajaran juga 6 per hari. Jadi yang sekarang dikurangi semua,” terangnya.

Dikatakan Rumiati, total pelajar di SD N 013 sebanyak 402 anak.. seluruh murid mengikuti PTM. Namun skema pembagian 2 shift. Jadi 50 persen pelajar masing-masing Shift PTM.

Sebenarnya, di SD N 013 ini ada siswa masuk pagi dan siang. Karena diakibatkan fasilitas ruangan gedung masih kurang.

Sehingga dengan penerapan skema baru ini, para guru mengajar sebanyak 4 shift.

“Karena murid pagi kita bagi 2 shift. Anak sekeloh siang juga 2 shift. Jadi kita kurangi lagi durasi pelajarannya biar cukup waktunya,” tutur Rusmiati.

Baca juga: Update Covid-19 Bontang, Senin 28 Februari 2022, Ada 182 Kasus Aktif Dinyatakan Sembuh

Lebih lanjut Rumiati mengakui jika tren kasus Covid-19 saat ini tengah meningkat tajam. Namun meski begitu, seluruh wali murid telah menyetujui PTM terbatas ini kembali digelar.

Terlebih penerapan Prokes sekolah kini diperketat. Setiap murid yang suhu badanya tinggi, akan langsung dipulangkan. Termasuk yang ada gejala seperti batuk atau demam diminta agar tidak masuk sekolah.

“Semua setuju. Bahkan ada 1 siswa yang komorbid juga kita PTM kan karena orang tua nya yang minta,” tuturnya.

Ia pun berharap, semoga PTM 100 persen bisa kembali lagi digelar secara normal pada umumnya.

“Walaupun masih pandemi Covid-19, harapan kami PTM tetap bisa 100 persen. Karena kasian anak-anak kita yang mulai ketinggalan pelajaran. Kalau mengenai kasus kan kita juga perketat prokesnya disekolah,” tandansya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved