Berita Internasional Terkini

Blak-blakan dengan Erdogan, Vladimir Putin Beber 2 Syarat Rusia Hentikan Perang di Ukraina

Ternyata ada sejumlah cara yang dapat membuat Rusia menghentikan invasinya ke Ukraina

Kolase Alexei Druzhinin / SPUTNIK / AFP - Sergey BOBOK / AFP
Vladimir Putin Beber 2 Syarat Rusia Hentikan Perang di Ukraina, Bakal Jadi Ancaman Bagi Amerika? 

“Sebagai bagian dari dialog terus-menerus, saya melakukan percakapan lain dengan @POTUS,” twit Zelensky, me-mention akun Twitter Presiden AS.

“Agendanya termasuk masalah keamanan, dukungan keuangan untuk Ukraina dan kelanjutan sanksi terhadap Rusia,” sambung Zelensky.

Gedung Putih mengatakan, Joe Biden telah menekankan langkah-langkah yang diambil pemerintahannya dan sekutunya untuk meningkatkan biaya yang harus dibayar Rusia atas agresinya di Ukraina.

Baca juga: 11 Hal Penting yang Terjadi dalam 11 Hari Krisis Rusia Ukraina

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, dunia harus bersiap untuk hari-hari yang lebih gelap di depan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Menulis di New York Times, Johnson mengatakan bahwa negara-negara Barat gagal mempelajari perilaku Rusia yang menyebabkan Vladimir Putin meluncurkan serangannya.

"Apakah kita sudah berbuat cukup untuk Ukraina? Jawaban jujurnya adalah tidak," tulis Johnson dalam esai hampir 1.300 kata yang diterbitkan pada Minggu (6/3/2022).

Johnson telah menetapkan enam poin rencana untuk menghentikan invasi di Rusia dan mengalahkan Vladimir Putin.

Dia juga akan menyampaikan pesannya pada pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Downing Street pada Senin (7/4/2022).

Pada Selasa (8/4/2022), ia akan menjamu para pemimpin negara-negara Eropa tengah yakni Republik Ceko, Hungaria, Polandia, dan Slovakia.

Baca juga: 11 Hari Rusia Invasi Ukraina, Presiden Zelensky Ungkap Rasa Terimakasih Kepada Elon Musk, Ada Apa?

Pada Minggu, Johnson mengadakan panggilan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, sebagaimana dilansir Sky News.

Dalam pembicaraan tersebut, dia menyatakan bahwa rakyat Inggris sepenuhnya mendukung rakyat Ukraina.

Dalam tulisannya di New York Times, Johnson mengatakan, "Tidak pernah dalam hidup saya, saya melihat krisis internasional di mana garis pemisah antara benar dan salah begitu mencolok".

Dia menuduh Putin mencoba menulis ulang aturan tatanan internasional dengan kekuatan militer.

Pada bulan-bulan menjelang invasi Rusia, Vladimir Putin mengungkapkan kekhawatiran atas ekspansi NATO dan menyebut potensi Ukraina bergabung dengan aliansi itu sebagai alasan serangannya.

"Ini bukan konflik NATO dan tidak akan menjadi satu. Tidak ada sekutu yang mengirim pasukan tempur ke Ukraina," kata Johnson.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved