Berita Berau Terkini
Usulan Musrenbang Pulau Derawan Berau Masih Usulkan Masalah Abrasi
Musrenbang Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali mengusulkan penanganan abrasi
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Musrenbang Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali mengusulkan penanganan abrasi.
Kepala Kampung Pulau Derawan, Bahri menjelaskan usulan ini tidak pernah lepas disampaikan untuk masuk penanganan program prioritas pembangunan di tahun 2023 mendatang.
Sesuai penangana mereka, pertahunnya abrasi bisa mengikis bibir pantai 1-2 meter.
“Ini dari yang saya tau, kendalanya karena pengurusan ini ada di pusat, dan daerah tidak bisa menangani. Tapi kami tetap mengusulkan hal tersebut,” bebernya kepada TribunKaltim.co, Senin (7/3/2022).
Baca juga: Tahukah Anda, Inilah Lima Pantai Terindah yang Ada di Indonesia, Diantaranya Pantai Derawan
Baca juga: Pulau Derawan Berau, Wisata Kaltim yang Jadi Destinasi Bulan Madu, Maldivesnya Indonesia
Baca juga: Puskesmas Pulau Derawan Terancam tak Punya Dokter, Wabup Berau: Kami Segera Diskusikan
Sementara itu, Saat ini terdapat tiga pantai yang rawan hilang akibat abrasi. Ketiga pantai tersebut adalah, Pantai di Pulau Derawan, Kampung Payung-Payung, dan Pulau Kaniuangan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Masrani.
Abrasi yang terjadi setiap tahunnya menjadi ancaman nyata bagi Berau sehingga terancam akan kehilangan wisata bahari yang saat ini menjadi kebanggaan Berau.
Terlebih, tiga kawasan tersebut masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Dia mengemukakan, Pulau Derawan setiap tahunnya kehilangan 1 hingga 2 meter daratannya akibat abrasi.
Baca juga: Kisah Pengusaha Rental Sepeda di Pulau Derawan, tak Ada Pendapatan di Tengah Pandemi Covid-19
Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Disbudpar Berau.
“Tidak menutup kemungkinan, Derawan, Payung-Payung, dan Kaniungan, di masa depan hanya akan menjadi cerita,” katanya.
Ia mengemukakan, upaya penanganan dengan pengusulan program sudah dilakukan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, guna diajukan ke pemerintah provinsi dan diteruskan ke pusat.
“Kita akan usahakan karena ini urgensinya tinggi, selain itu abrasi juga mengancam sumber air bersih masyarakat, khususnya di Pulau Derawan,” tuturnya.
Baca juga: Wakil Bupati Berau Gamalis Ingin Prioritaskan Bangun Jembatan dan Dermaga di Pulau Derawan
Walau dianggap mendesak, Masrani justru pesimistis penanganan abrasi dengan memasang pemecah ombak bisa terlaksana segera. Sebab pihaknya sendiri belum memiliki masterplan pariwisata.
“Kemungkinan program kita ini bisa saja ditolak, karena kita belum memiliki masterplan. Makanya kami memprioritaskan juga untuk pembuatan masterplan pariwisata kita,” ungkapnya.
Ia menambahkan, adanya pemecah ombak di beberapa pulau yang menjadi destinasi wisata di Berau, memiliki peran yang sangat penting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/usulan-kembali-setiap-musrenbang.jpg)