Berita Internasional Terkini
Apa Itu No Fly Zone? Permintaan Zelensky Kepada Biden dan NATO yang Tak Kunjung Dikabulkan
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengungkapkan permintaannya akan deklarasi No Fly Zone kepada presiden Amerika, Joe Biden, dan NATO.
TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengungkapkan permintaannya akan deklarasi No Fly Zone kepada presiden Amerika, Joe Biden, dan NATO.
Namun permintaan delarasi No Fly Zone yang sudah diminta sejak minggu pertama it tak kunjung dikabulkan oleh kedua aliansi Zelensky itu.
Mengingat perang Rusia dan Ukraina hingga kini tak kunjung reda dan makin banyak memakan korban jiwa, Zelensky cukup sering mendesak tentang larangan terbang ini.
Namun hingga memasuki minggu ke dua krisis, permintaan itu masih saja tak diindahkan baik oleh Biden maupun NATO.
Baca juga: NEWS VIDEO Rusia Bombardir Kota Sumy Ukraina
Lantas, apa sih, No Fly Zone itu?
Untuk diketahui, No Fly Zone berarti zona larangan terbang.
Zona larangan terbang akan melarang semua pesawat yang tidak sah terbang di atas negara yang telah mendeklarasikan No Fly Zone itu.
Negara-negara Barat memberlakukan pembatasan semacam itu di beberapa bagian Irak selama lebih dari satu dekade.
Baca juga: Rusia Siapkan Poseidon? Senjata Maut yang Bisa Hancurkan Ukraina Dalam Sekejap
Seperti setelah Perang Teluk 1991, selama perang saudara di Bosnia dan Herzegovina dari 1993-95, dan selama perang saudara Libya pada 2011.
Lalu sebagai aliansi, mengapa NATO dan Amerika tak melakukan hal serupa untuk Ukraina?
Mengutip dari Dailymail.co.uk, hal itu masih tak diberikan kepada Ukraina karena akan berisiko konflik militer langsung dengan Rusia.
Konflik militer langsung ini dapat meningkat menjadi perang Eropa yang lebih luas dengan negara bersenjata nuklir lainnya.
Baca juga: Tak Peduli Ancaman Nuklir Rusia, Zelensky Minta Biden Turunkan No Fly Zone di Langit Ukraina
Gagasan itu mungkin telah menangkap imajinasi publik, dengan mendeklarasikan zona larangan terbang dapat memaksa pilot NATO untuk menembak jatuh pesawat Rusia.
Tapi sebenarnya lebih dari itu.
Selain pesawat tempur, NATO harus mengerahkan tanker pengisian bahan bakar.