Berita Internasional Terkini

Apa Itu No Fly Zone? Permintaan Zelensky Kepada Biden dan NATO yang Tak Kunjung Dikabulkan

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengungkapkan permintaannya akan deklarasi No Fly Zone kepada presiden Amerika, Joe Biden, dan NATO.

The New York Times
No Fly Zone atau zona larangan terbang, permintaan Zelensky yang hingga kini tidak dikabulkan Biden dan NATO 

Tak hanya itu, mereka juga harus mengerahkan pesawat pengintai elektronik untuk mendukung misi tersebut.

Baca juga: Di Tengah Perang dengan Ukraina, Hubungan Rusia & Amerika Serikat Makin Panas, Keduanya Saling Ancam

Untuk melindungi pesawat yang relatif lambat dan terbang tinggi ini, NATO harus menghancurkan baterai rudal permukaan-ke-udara di Rusia dan Belarusia.

Sekali lagi, hal ini akan mempertaruhkan konflik yang lebih luas.

"Satu-satunya cara untuk menerapkan zona larangan terbang adalah mengirim pesawat tempur NATO ke wilayah udara Ukraina, dan kemudian memberlakukan zona larangan terbang itu dengan menembak jatuh pesawat Rusia," kata Sekretaris NATO Jens Stoltenberg, pada hari Jumat (4/3/2022).

Stoltenberg juga mengatakan bahwa dirinya memahami keputusasaaan yang sedang dirasakan oleh Ukraina.

Namun sebagai Sekertaris NATO, dirinya yakin akan konsekuensi untuk membangunkan perang diseluruh eropa jika menurunkan zona larangan terbang.

Baca juga: Selain Amerika Serikat, Ini Daftar Negara yang Dirilis Rusia Jadi Musuhnya, Inggris hingga Korsel

Walaupun begitu, mereka sadar bahwa sebagai aliansi NATO, mereka memiliki tanggung jawab untuk mencegah perang dua negara ini untuk melebar keluar Ukraina.

Apa yang akan didapatkan jika No Fly Zone diterapkan?

Pihak berwenang Ukraina mengatakan zona larangan terbang akan melindungi warga sipil dari serangan udara Rusia.

Tak hanya warga sipil, No Fly Zone juga akan melindungi pembangkit listrik tenaga nuklir yang ada di Ukraina.

Tetapi para analis mengatakan bahwa pasukan darat Rusia, bukan pesawat, yang menyebabkan sebagian besar kerusakan di Ukraina.

Baca juga: HARAPAN UKRAINA Soal Dapat Jet Tempur Pupus, Amerika tak Berkutik, Polandia Ketakutan Diancam Rusia

Apa yang sebenarnya diinginkan Ukraina adalah intervensi yang lebih luas seperti yang terjadi di Libya pada 2011.

Seperti saat pasukan NATO melancarkan serangan terhadap posisi pemerintah, kata Justin Bronk, seorang peneliti di Royal United Services Institute di London.

Itu tidak mungkin terjadi ketika lawannya adalah Rusia.

"Mereka ingin melihat jenis Barat menyapu dan mengeluarkan artileri roket yang menghantam kota-kota Ukraina," kata Bronk.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved