Berita Internasional Terkini
Rahasia Besar Ukraina dan AS Terbongkar? Rusia Klaim Punya Bukti Program Senjata Biologis Berbahaya
Pemerintah Rusia pada Minggu (6/3/2022), menyatakan bahwa bukti program biologis militer yang dikembangkan di Ukraina dan dibiayai AS
TRIBUNKALTIM.CO - Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan angkatan bersenjatanya telah menyita rencana pertempuran rahasia yang ditinggalkan oleh tentara Rusia.
Melansir Kompas.com, dokumen yang diunggah ke Facebook oleh kementerian Pertahanan Ukraina diklaim menunjukkan rencana serangan Rusia ke Ukraina yang akan berlangsung 15 hari.
Isinya menunjukkan rencana perang salah satu unit kelompok taktis batalyon Brigade Infanteri Angkatan Laut Pengawal Terpisah ke-810 dari Armada Laut Hitam Rusia, menurut kementerian negara itu.
Lebih lanjut dikatakan bahwa peta invasi Rusia, tabel tanda panggilan, dan daftar personel ada dalam dokumen.
Baca juga: Presiden Putin Diyakini Bakal Kalah dan Perang Usai! Begini Strategi Jitu yang Diungkap PM Inggris
Baca juga: Presiden Putin Bisa Digulingkan Bila Invasi jadi Bencana, 5 Skenario Akhir Perang Rusia vs Ukraina
Baca juga: Kondisi Putin Kini Mengkhawatirkan? Intel Sebut Sedang Idap Sakit Mematikan & Wajah Terlihat Bengkak
Unggahan Facebook kementerian mengikuti pengungkapan serupa di situs media sosial oleh Operasi Pasukan Gabungan Ukraina.
“Berkat tindakan sukses salah satu unit Angkatan Bersenjata Ukraina, Rusia tidak hanya kehilangan peralatan dan pasukan,” kata kementerian pertahanan.
"Dalam serangan panik, mereka meninggalkan dokumen rahasia."
Kementerian itu mengatakan bahwa berdasarkan dokumen, Rusia menyetujui invasi ke Ukraina pada 18 Januari.
Gunakan Patogen Antraks dan Kolera?
Seakan membalas akan klaim tersebut, Pemerintah Rusia pada Minggu (6/3/2022), menyatakan bahwa bukti program biologis militer yang dikembangkan di Ukraina dan dibiayai Amerika Serikat (AS) telah terungkap selama operasi khusus Rusia di negara itu.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, mengatakan angkatan bersenjata Rusia menemukan bukti adanya program biologis militer yang sedang dilaksanakan di Ukraina dan didanai oleh Kementerian Pertahanan AS.
"Kami telah menerima dokumentasi dari karyawan biolaboratorium Ukraina yang memerintahkan pemusnahan darurat patogen berbahaya seperti pes (plague), antraks, tularemia, kolera, dan penyakit mematikan lainnya pada 24 Februari," kata dia, dikutip dari Anadolu Agency (AA) seperti dilansir Intisari-Online.com di artikel berjudul Gunakan Patogen Antraks dan Kolera? Kini Giliran Rusia Klaim Bongkar Program Biologis Militer Ukraina yang Disokong Gelontoran Dana AS.
Berbicara pada konferensi pers harian di Moskwa, Konashenkov menyebut, dokumen tersebut saat ini sedang dianalisis oleh spesialis Rusia dari pasukan perlindungan radiasi, kimia, dan biologi.
"Jelas bahwa awal dari operasi militer khusus menimbulkan kekhawatiran serius di Pentagon (Kementerian Pertahanan AS) tentang pengungkapan melakukan eksperimen biologis rahasia di wilayah Ukraina,” ucap Konashenkov.
"Dokumen tersebut mendapatkan konfirmasi bahwa pengembangan komponen senjata biologis dilakukan di biolaboratorium Ukraina, di sekitar wilayah Rusia," ungkap dia.
Dikutip dari Kantor Berita Rusia TASS, menurut Konashenkov, setelah dimulainya operasi militer khusus Rusia di Ukraina.
Baca juga: Di Tengah Perang dengan Ukraina, Hubungan Rusia & Amerika Serikat Makin Panas, Keduanya Saling Ancam
Kementerian Kesehatan Ukraina mengeluarkan instruksi kepada semua biolaboratorium untuk segera menghancurkan patogen berbahaya yang mereka miliki untuk menyembunyikan pelanggaran oleh AS terhadap Pasal 1 Konvensi PBB tentang Larangan Senjata Bakteriologis (Biologis) dan Racun.
Dia mengatakan, selama operasi militer khusus, bukti tindakan tergesa-gesa rezim Kiev untuk menyembunyikan jejak keuangan program biologis militer oleh Kementerian Pertahanan AS di Ukraina telah terungkap.
Konashenkov menyampaikan, pihaknya akan membagikan hasil analisis dokumen yang mereka terima dalam waktu dekat.
5 Skenario Akhir Perang Rusia vs Ukraina
Serangan Rusia ke Ukraina benar-benar membuat masa depan menjadi tidak jelas.
Sebab bisa saja serangan Rusia ke Ukraina itu membuat perang pecah tidak hanya antara dua negara, namun juga seluruh dunia.
Jika sudah seperti ini, bagaimana perang bisa berakhir?
Ini lima skenario yang bisa terjadi seperti dilansir dari bbc.com pada Jumat (4/3/2022) seperti dilansir Intisari-Online.com di artikel berjudul Sama-sama Kolot Maunya Menang Sendiri, Bagaimana Perang Rusia-Ukraina Bisa Berakhir? Ahli Bongkar 5 Skenario yang Bisa Terjadi Berdasarkan Situasi Sekarang :
Perang singkat
Skenario ini melihat Rusia meningkatkan operasi militernya. Ada lebih banyak serangan artileri dan roket tanpa pandang bulu di seluruh Ukraina.
Baca juga: Blak-blakan dengan Erdogan, Vladimir Putin Beber 2 Syarat Rusia Hentikan Perang di Ukraina
Angkatan udara Rusia - yang sejauh ini memainkan peran penting - meluncurkan serangan udara yang menghancurkan.
Serangan siber besar-besaran menyapu Ukraina, menargetkan infrastruktur nasional utama.
Pasokan energi dan jaringan komunikasi terputus. Ribuan warga sipil tewas.
Meskipun ada perlawanan, Kyiv akan jatuh dalam beberapa hari.
Pemerintah diganti dengan rezim boneka pro-Moskow.
Presiden Zelensky dibunuh atau melarikan diri, bisa ke Ukraina barat atau bahkan ke luar negeri, untuk mendirikan pemerintahan di pengasingan.
Lalu Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kemenangan dan menarik beberapa pasukan.
Dan membuat Ukraina menjadi pro-Rusia seperti Belarusia.
Perang panjang
Mungkin yang lebih mungkin adalah perang ini bsa berkembang menjadi perang yang berlarut-larut.
Sebab pasukan Rusia mungkin butuh waktu yang lebih lama untuk mengamankan kota-kota seperti Kyiv.
Dan jika pasukan Rusia berhasil mengusai kota-kota Ukraina, mungkin mereka akan bertahan lama di sana.
Pada akhirnya pasukan pertahanan Ukraina berubah menjadi pemberontakan yang didukung oleh penduduk lokal.
Barat terus menyediakan senjata dan amunisi.
Dan kemudian, mungkin setelah bertahun-tahun, dengan kemungkinan kepemimpinan baru di Moskow, pasukan Rusia akhirnya meninggalkan Ukraina.
Ini mungkin seperti Afghanistan pada 1989.
Perang Eropa
Mungkinkah perang ini bisa terjadi di luar perbatasan Ukraina?
Mungkin saja jika Presiden Putin ingin mengambil alih beberapa negara bekas pecahan Uni Soviet.
Asal mereka bukan bagian dari NATO.
Jika negara incaran Rusia adalah bagian dari NATO, seperti mengirim pasukan ke negara-negara Baltik, maka NATO akan maju.
Tentu saja ini akan sangat berbahaya dan berisiko perang dengan NATO.
Berdasarkan Pasal 5 piagam aliansi militer, serangan terhadap satu anggota NATO adalah serangan terhadap semua anggota NATO.
Semua tergantung Putin.
Ingat, Rusia memungkinkan penggunaan senjata nuklir taktis di medan perang.
Solusi diplomatik
Mungkin ini adalah satu-satunya skenario terbaik saat ini.
PBB sendiri sedang mencoba jalur diplomatik dengan Rusia.
Presiden Macron dari Prancis telah berbicara dengan Presiden Putin melalui telepon.
Para pejabat Rusia dan Ukraina juga telah bertemu untuk pembicaraan di perbatasan dengan Belarus.
Mereka mungkin tidak membuat banyak kemajuan.
Tetapi, dengan menyetujui pembicaraan tersebut, Putin tampaknya setidaknya telah menerima kemungkinan gencatan senjata yang dirundingkan.
Jika diplomatik menjadi jalan keluar dan Rusia mau mundur. Akankah Amerika Serikat (AS) dan negara lain menarik sanksinya kepada Rusia?
Jika tidak kondisi akan sama buruknya.
Putin digulingkan
Dan bagaimana jika Vladimir Putin digulingkan akibat dari invasi ini.
Ini mungkin meski tampak tidak terpikirkan.
Profesor Sir Lawrence Freedman, Profesor Emeritus Studi Perang di Kings College, London, mengatakan Putin bisa digulingkan.
Apabila invasi ini membawa malapetaka. Misalnya ribuan tentara Rusia tewas. Sanksi ekonomi menggigit.
Bisa ini membuat Putin kehilangan dukungan rakyat dan mungkin ada ancaman revolusi rakyat.
Kira-kira mana skenario yang akan terjadi?
(*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.