Berita Nasional Terkini
Tak Berkeringat Bela Jokowi PAN Bakal Dapat Jatah Menteri dan Wamen di Reshuffle
Tak berkeringat bela Jokowi PAN bakal dapat jatah Menteri dan Wamen di reshuffle
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Wahyu Triono
TRIBUNKALTIM.CO - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai, Partai Amanat Nasional (PAN) akan sangat diuntungkan jika benar bakal ada reshuffle kabinet pada akhir bulan ini.
Sebab, kata Ujang, selama ini kabar PAN akan masuk koalisi hanya sekadar isu, tanpa ada kepastian yang jelas.
"Kelihatannya PAN akan beruntung."
"PHP yang selama ini terjadi sepertinya akan dieksekusi oleh Jokowi."
"Soal dapat jatah menteri dan satu wamen, isu itu sudah lama dan saat ini muncul kembali menjelang reshuffle," kata Ujang dilansir dari Wartakota, Rabu (9/3/2022).
Ujang mengatakan, jika nantinya dapat jatah satu menteri dan satu wamen, maka PAN sangat beruntung.
Baca juga: Ketua Jokowi Mania Dikucilkan Komunitas Relawan Joko Widodo Akibat Bantu Munarman
Karena, PAN tak ikut berdarah-darah dan berkeringat dalam memenangan Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin di Pilpres 2019.
"Jika PAN dapat satu menteri dan satu wamen, maka PAN akan happy."
"Karena selama ini PAN tidak berdarah-darah dan berkeringat untuk memenangkan Jokowi-MA di pilpres," ulas Ujang.
Meski begitu, ia menilai wajar jika politik akan berjalan secara dinamis. Terlebih, dalam politik semua bisa terjadi dalam waktu singkat.
"Tapi itulah politik, semua dinamis, apa pun bisa terjadi di politik. Kawan bisa jadi lawan begitu juga sebaliknya," papar Ujang.
Ujang juga menyebut, saat ini partai-partai koalisi Jokowi terlihat bisa memerima isu bergabungnya PAN ke dalam koalisi.
Baca juga: Daftar Nama Penceramah Radikal Beredar di Medsos, KSP Tegaskan Penjelasan Jokowi
Hal itu berbeda saat awal-awal isu PAN akan bergabung, di mana sejumlah parpol koalisi lantang menolak.
"Dan kita lihat dulu awal-awal ketika PAN akan masuk koalisi Jokowi, partai-partai koalisi Jokowi banyak yang nolak. Namun saat ini relatif semuanya menerima," ucap Ujang.
Sebelumnya, isu reshuffle kabinet kembali mengemuka.