Berita Balikpapan Terkini

Melihat Merdeka Belajar ala SMPN 2 Balikpapan, Keberpihakan pada Anak Didik

SMPN 2 di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, belajar banyak dari pengalaman yang sedang dilalui

Editor: Budi Susilo
HO/SMPN 2
ILUSTRASI Pelaksanaan merdeka belajar di SMPN 2 Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. SMPN 2 Balikpapan yang bermitra dari Tanoto Foundation mempererat hubungan Sekolah dengan Orang tua atau Paguyuban kelas. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - SMPN 2 di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, belajar banyak dari pengalaman yang sedang dilalui.

Selama 2 tahun pandemi, SMPN 2 mengalami pembelajaran jarak jauh, pembelajaran tatap muka terbatas 50 persen, dan pembelajaran tatap muka 100 persen.

Hal itu dibeberkan oleh Mardhotillah, Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Balikpapan kepada TribunKaltim.co via WhatsApp dalam press rilis, Minggu (13/3/2022). 

Dia jelaskan, dari perubahan tersebut, dinamisnya situasi pandemi berpengaruh pada transformasi sekolah dan dinamika emosional siswa dan keluarga siswa.

Baca juga: Cerita Semangat Merdeka Belajar di SDN 018 Balikpapan Tengah, Punya DNA Pendidik

Baca juga: Sekolah di Kalimantan Timur Siap Memotori Semangat Merdeka Belajar

Baca juga: Dinkes Kaltim Pantau Kasus Covid-19, Berikan Rekomendasi soal Pembelajaran Tatap Muka

Untuk itu, sangat penting bagi sekolah untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Dengan pembelajaran berdiferensiasi, sekolah dapat memberikan pembelajaran maksimal tanpa terkecuali.

“Saya kaget tiba-tiba ada keluarga yang tiba-tiba keluar dari grup sekolah. Setelah ditelisik, saya memahami siswa tersebut kehilangan keluarga dan putus asa,” ungkap Mardhotillah, Guru Bahasa Indonesia.

Dari situlah, guru-guru SMPN 2 menyadari pentingnya pembelajaran berdiferensiasi.

Pada pembelajaran berdiferensiasi, guru senantiasa melakukan pengkajian awal yaitu dengan menilai kesiapan psikologis emosional siswa dan kognitif siswa.

Baca juga: Peduli Pendidikan, Bunda PAUD Kukar Serahkan Bantuan ke TK Negeri Pembina, Gandeng Tanoto Foundation

Dari hasil asesmen tersebut, siswa akan mendapatkan proses pembelajaran yang berbeda, sesuai dengan kondisi psikolgis emosional dan kognitif siswa.

Dinamika format pembelajaran ternyata membuat siswa dan orang tua juga tertekan. SMPN 2 menyadari hal ini.

Dalam kondisi yang dinamis ini, SMPN 2 melalui wali kelasnya terus mempererat komunikasi yang terjalin antara SMPN 2 dan orang tua.

Dengan situasi orang tua terinformasi dengan baik status sekolah sekarang dan yang akan datang mengurangi kegelisahan yang terjadi di orang tua dan siswa.

Baca juga: Tanoto Foundation Dukung Penanganan Covid-19, Berikan APD ke Rumah Sakit di 3 Wilayah

Dalam Rangka kegiatan ini, Hj.Juraidah ,M.Pd. Kepala SMPN 2 Balikpapan yang bermitra dari Tanoto Foundation mempererat hubungan Sekolah dengan Orang tua atau Paguyuban kelas.

Bersama Komite Sekolah dengan mengadakan lomba merias kelas mulai Januari 2022 sampai dengan Maret 2022.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved