Jumat, 24 April 2026

Berita Kubar Terkini

Pembelajaran Konsep MIKIR di Kubar, Discovery Learning via Pembuatan Kotak Wayang ASEAN

Savina Susantriana S.Pi., S.Pd, guru Kelas VI SDN 004 Melak, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur memberikan pelajaran,

Editor: Budi Susilo
HO/SAVINA
Pembelajaran Aktif dan menerapkan konsep Mikir dengan Kotak Wayang ASEAN, untuk mengidentifikasi geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi dan politik Negara-negara ASEAN, pada pelajaran IPS. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Savina Susantriana S.Pi., S.Pd, guru Kelas VI SDN 004 Melak, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur memberikan pelajaran kepada para siswanya dengan pembelajaran aktif.

Yakni melaksanakan pembelajaran konsep MIKIR Mdengan Kotak Wayang ASEAN.

Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi dan politik Negara-negara ASEAN, pada pelajaran IPS.

Demikian diutarakan kepada TribunKaltim.co melalui press rilis yang dikirim pada Senin (22/3/2022). 

Baca juga: Asyiknya Belajar Sejarah ala Pelajar SDN 001 Barong Tongkok, Memakai Media Kliping

Baca juga: SDN 001 Barong Tongkok Gelar Sehari Berbudaya, Bupati: Tanamkan Seni dan Budaya sejak Dini

Baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdikbud dan Tanoto Foundation Gelar Pelatihan Mentorship Fasilitator

Dia menjelaskan, konsep MIKIR merupakan akronim dari Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi adalah metode pembelajaran yang dikembangkan Tanoto Foundation

Kata dia, satu elemen seperti komunikasi merupakan hal yang penting yang harus dimiliki setiap anak, melalui pembelajaran aktif siswa dapat mengemukakan pendapat dan berbicara di depan umum.

Lewat pembelajaran aktif siswa kelas VI C SDN 004 Melak, Kutai Barat, mengidentifikasi dan menyajikan karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi dan politik dari negara-negara ASEAN.

Pembelajaran ini merupakan pertemuan ketiga untuk siswa kelas VI.C sebelumnya semua siswa merasa bosan dan jenuh dalam kelas guru menjelaskan dan siswa menyimak terkadang diselipkan tanya jawab, seperti biasa siswa tidak fokus dan merasa jenuh didalam proses belajar.

Baca juga: Dukung PAUD, Tanoto Foundation Dirikan Rumah Anak SIGAP di 22 Lokasi, Kukar Ikut Terpilih  

ASEAN terdiri dari 11 Negara, dengan kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik masyarakat di negara ASEAN dipengaruhi oleh karakteristik geografisnya.

Sehingga siswa merasa berat untuk mengidentifikasi dan menyajikan karakteristik geografis dan kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik semua negara.

Kata dia, melalui pembuatan kotak wayang ASEAN, siswa mampu menjelaskan karakteristik geografis dan kehidupan negara-negara ASEAN.

"Pembelajaran discovery learning melalui pembuatan Kotak Wayang ASEAN. Guru berfokus untuk meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri siswa," katanya.

Ada beberapa langkah-langkah yakni:

Pertama, diawali dengan membentuk kelompok kecil terdiri 4 siswa tiap kelompok, dengan jumlah siswa 22 maka terbentuk sebanyak 4 kelompok kecil;

Kedua. Guru meminta siswa tiap kelompok untuk memilih secara acak Negara yang akan dibahas;

Ketiga. Setiap kelompok masing-masing meggambar bendera Negara pada kertas putih dan merangkum karakteristik geografis dan kehidupan suatu negara;

Keempat. Dipertemuan berikutnya siswa diminta membawa kotak bekas, stearofoam, tusukan sate dan lem, kemudian melekatkannya pada tusukan sate.

Kelima. Berlangsung aktif, peserta didik menjadi aktif dan antusias mengamati, membuat kotak wayang asean, berdiskusi, mempresentasikan di depan kelas, menyimak, bertanya serta menanggapi. Sehingga meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis.

Metode Mikir menjadikan Peserta didik lebih percaya diri dalam proses belajar selanjutnya, menjadi lebih semangat mengemukakan ide nya baik secara lisan maupun saat ujian tertulis.

"Sehingga meningkatkan capaian nilai peserta didik," katanya. 

Saat seorang siswa bernama Gisella mendekati saya dan berkata, ibu guru saya sekarang tidak takut dan gugup lagi jika maju ke depan.

Baca juga: Berdayakan Pendidik, Tanoto Foundation Dukung Percepatan Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia

“Cerita seorang siswa, dan saya pun memberi apresiasi luar biasa dengan mengacungkan jempol kepadanya dan berkata harus mempertahankan rasa percaya diri nya dan kemampuannya, karena jika kita percaya diri maka ide akan muncul dan kita dapat lebih berani mengungkapkan pendapat," tuturnya.

Pada kelompok lainnya mengajukan pertanyaan kepada siswa, apa perbedaan geografis antara Negara Indonesia dengan Malaysia.

“Rina yang termaksud siswa pendiam di kelas mengacungkan jempol dan menjawab bahwa Indonesia merupakan Negara kepulauan sedangkan Malaysia dibagi menjadi dua wilayah oleh laut tiongkok selatan, daratan pertama ada disemenanjung Malaysia dan yang kedua ada di pulau Kalimantan. Kedua Negara ini dikenal sebagai negara serumpun,” jawab Rina.

Mengapa kedua Negara tersebut dikatakan serumpun?

Rina melanjutkan pertanyaan saya, karena berdasarkan yang saya presentasikan tadi di depan bu, bahwa kedua Negara tersebut banyak memiliki kesamaan budaya, sejarah kerajaan-kerajaan, agama bahkan keturunan yang sama. Jika Rina pergi ke Malaysia perbedaan apa yang Rina rasakan.

Sejenak terdiam dan menjawab mungkin dari bahasa bu, hanya saja walaupun terasa berbeda bahasanya karena menggunakan bahasa melayu saya tidak begitu susah untuk memahami bu karena bahasa melayu dan bahasa Indonesia hampir sama bu.

"Apalagi saya suka nonton kartun Upin dan Ipin bu jadi saya banyak mengerti bahasa melayu,“ jawab Rina.

Telepon berbunyi dari salah satu orang tua murid, orang tua murid menelpon saya terkait salah satu bahan praktek, yaitu tusukan satu.

“Bu guru anak-anak tidak perlu membawa tusukan sate, sudah saya belikan putri satu bungkus isinya banyak bisa buat sekelas. Saya pun menjawab Alhamdulillah terima kasih banyak mama putri atas sumbangannya," katanya.

Baca juga: Tatap Bonus Demografi, Tanoto Foundation Kalimantan Timur Bekali SMP dan MTs di Paser dengan MIKIR

“Saya senang dengan proses pembelajaran yang ibu berikan karena lebih memahami Negara tetangga dan di sekitar Indonesia,” ungkap Joko, teman sekelas Rina

Pada sesi terakhir, Savina melakukan penguatan dengan menekankan bahwa Negara-negara di Asia Tenggara adalah karateristik negara Asia Tenggara tidak terlalu banyak perbedaan, baik geografi, sosial, ekonomi, dan budaya.

Karena PTMT maka waktu sangat terbatas sehingga dalam satu proyek diselesaikan selama dua kali pertemuan.

Pembelajaran Aktif dengan konsep Mikir didapat dari berkolaborasi bersama Tanoto Foundation menjadikan guru dan siswa bersemangat dalam menjalani proses dan kegiatan belajar di sekolah.

(TribunKaltim.co/Budi Susilo)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved