Ramadhan
Persiapan Bulan Ramadhan, Pemkab Kutai Timur Rapat Persiapan Pasram dan Ketersediaan Pangan
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Pemkab Kutim melaksanakan rakor bersama seluruh Forkopimda, OPD, Camat, TNI, Polri dan pejabat vertikal
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Pemkab Kutim melaksanakan rakor bersama seluruh Forkopimda, OPD, Camat, TNI, Polri dan pejabat vertikal lainnya.
Rapat yang dipimpin oleh Wakil Bupati Kutim H Kasmidi Bulang di Ruang Arau, Gedung Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Kawasan Pemerintah Bukit Pelangi.
Rakor digelar dalam rangka mempersiapkan agenda kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama bulan Ramadhan, salah satunya kegiatan Pasar Ramadhan.
“Setelah berkoordinasi dengan pak Bupati dan melihat turunan dari edaran-edaran yang ada, kita putuskan bahwa dalam bulan Ramadhan tahun ini Pemkab Kutim tidak melarang adanya Pasar Ramadhan," ujarnya, Jumat (1/4/2022).
Namun dengan catatan, pasar tetap menerapkan protokol kesehatan agar tidak menimbulkan kerumunan guna mengurangi risiko penularan Covid-19.
Baca juga: Jelang Ramadhan 2022, Bupati Berau Sri Juniarsih Tinjau Pasar Sanggam Adji Dilayas
Baca juga: 1 Ramadhan 1443 H Tanggal 2 atau 3 April? Pantau Hasil Sidang Isbat Kemenag di Link Live Streaming
Baca juga: 9 Adab Ziarah Kubur dan Doa Saat Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan, Bahasa Arab, Lain dan Artinya
Solusinya, lanjut Kasmidi, pihaknya akan memecah tempat-tempat Pasar Ramadhan yang ada. Beberapa poin lain menjadi pembahasan khusus dalam rakor tersebut yakni ketersediaan pangan selama Ramadhan.
Kepada OPD terkait, Wabup juga meminta dibuat penyeimbang harga atau pengawasan bagi kebutuhan yang telah mengalami kelangkaan.
“Kesiapan kita (Pemkab Kutim) dari sisi pangan, Alhamdulillah Disperindag Kutim menyampaikan bahwa kesiapan pangan terkait Sembako sudah aman," ujarnya.
Seperti contohnya kebutuhan beras di bulan ini, melihat ada panen besar-besaran di Kecamatan Kaubun yang bisa menjadi opsi pendukung ketersediaan beras di daerah.
Selain itu juga sumber-sumber pendukung ketersediaan ikan mengingat sedang musim panen ikan, serta telur petani-petani lokal yang sudah bisa berproduksi secara mandiri.
Baca juga: Semarak Sambut Ramadhan di Kawasan IKN, Masyarakat Penajam Gelar Pawai Obor
"Ini akan menjadi backup kita meskipun tetap masih membutuhkan bahan pokok dari luar," ucapnya.
Kendati demikian, orang nomor dua di Kutim tersebut mengatakan bahwa ketersediaan dan harga LPG yang menjadi fokus pemerintah.
"Sampai dengan hari ini tidak dibentuknya harga eceran tertinggi (HET) untuk LPG. Berkenaan dengan itu, Pemkab Kutim akan segera membahasnya dan menentukan HET untuk LPG,” ujarnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/aktivitas-jual-beli-di-pasar-sangatta-selatan.jpg)