Ibu Kota Negara
Setelah Abu Dhabi, Kini China yang Bertekad Danai Pembangunan IKN Nusantara
Duta Besar China untuk Indonesia Lu Kang menegaskan China bertekad sukseskan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia di Kalimantan Timur.
TRIBUNKALTIM.CO - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur nyatanya tidak cuma menarik minat masyarakat Tanah Air.
Namun juga negara-negara yang ingin ikut terlibat dengan proses pemindahan pusat pemerintahan tersebut.
Termasuk China.
Duta Besar China untuk Indonesia Lu Kang menegaskan China bertekad sukseskan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia di Kalimantan Timur.
Tapi sejauh ini, China masih menunggu rencana yang lebih spesifik terkait hal ini, mengutip Kompas.com.
"Terkait kerjasama kedua negara, China akan selalu aktif dan terbuka terhadap proyek apapun yang dapat membantu perkembangan dan pembangunan Indonesia," ujar Lu Kang dalam konferensi pers virtual Kamis (31/3/2022).
"Kami ingin IKN ini sukses, dan kami ingin menjadi bagian dari sukses tersebut," tambahnya.
Baca juga: Wamen LHK Dukung Kunker Mahyudin, Dengar Langsung Suara Masyarakat Kaltim dalam Pembangunan IKN
Baca juga: Wakil Ketua DPD RI Kunjungi IKN Nusantara, Mahyudin: Jangan Biarkan Jokowi Sendiri
Baca juga: NEWS VIDEO Wakil Ketua DPD RI Tinjau Titik Nol IKN Nusantara
China seperti menunjukkan minat investasinya di IKN.
Hanya saja, rincian yang lebih spesifik diperlukan untuk mengambil sikap lebih lanjut.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pemerintah sudah pasti bekerjasama dengan pihak dari Abu Dhabi terkait pembangunan IKN.
Tapi, Luhut mengaku jumlah investasi dari China belum bisa dipastikan.
Sejauh ini, investasi China untuk IKN masih menunggu perkembangan selanjutnya.
Baca juga: Satgas Khusus KPK akan Kawal Pemindahan dan Pembangunan IKN Nusantara ke Kaltim
Urunan Dana Pembangunan IKN
Rencana untuk urunan dana membangun Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim bukan menjadi prioritas untuk pembiayaan pembangunan.
Bahkan urun dana atau crowdfunding dalam pembangunan IKN Nusantara hanya sifatnya alternatif.