Ramadhan

Tak Ingin Rugikan Satuannya saat Berdinas di TNI AD, Rahbini Pilih Pensiun Dini demi Jalan Dakwah

Rata-rata setiap manusia memiliki kegemaran yang dijalani masing-masing tanpa dicemari rasa jenuh. Hal itu juga dirasakan oleh seorang pria bernama Ac

HO/DOK PRIBADI
Ahmad Rahbini, pria berusia 61 tahun, menanggalkan karir militernya untuk menekuni bidang keagamaan. HO/DOK PRIBADI 

"Di Aceh itu ngumpul dengan baret merah (Kopasus). Cuma saya banyak dakwah, karena banyak bahasa intelijen di sana. Dalam arti membantu saja. Saya nyusup ke masjid-masjid, sambil berdakwah," terangnya.

Namun, Rahbini mengaku tak bisa terlalu tenggelam dalam aktivitas kegemarannya. Dia pun, sebagai pejabat Bintaldam, diminta untuk memberikan penyuluhan tentang NKRI kepada masyarakat setempat.

Karena di Aceh itu, lanjut dia, tidak kenal dengan Bangsa Indonesia, bagi mereka hanya kenal Bangsa Aceh.

"Makanya saya ditugaskan untuk memberikan penyuluhan agar masyarakat sadar akan sejarah," imbuhnya.

Baca juga: BERAPA Bayaran Ustadz Abdul Somad saat Berdakwah? UAS Jawab soal Tiket dan Hotel

Hingga kemudian di tahun 1999, Rahbini dipercaya untuk menjadi Ketua Takmir Masjid Sudirman yang berdiri di lingkungan Makodam.

Bertepatan di tahun yang sama, masih menjabat ketua takmir, Masjid Sudirman diresmikan langsung oleh KSAD waktu itu.

Memasuki tahun 2000, Rahbini mulai menyadari, kegiatannya berdakwah dan pekerjaannya sebagai prajurit membuat banyak pekerjaan semakin terabai.

Bagi seorang Rahbini, membagi waktu merupakan hal yang tak gampang. Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan dan masukan, dirinya memutuskan untuk pensiun di medio tahun 2000.

Akhir karir militernya pun berhenti di pangkat Kapten, berbarengan dengan jabatannya sebagai Ketua Takmir Masjid Sudirman.

"Saya seringnya dikontrak. Misalnya, berangkat Kamis, pulang Senin. Dengan begitu, daripada mengganggu aktivitas TNI, saya memutuskan untuk pindah profesi. Menekuni dunia dakwah," sebut Rahbini.

Dengan keluarnya dia sebagai prajurit TNI AD, membuat aktivitas dakwahnya menjadi leluasa.

Bahkan dia juga ikut tergabung dengan banyak organisasi sosial, salah satunya Fahmi Tamami yang mengakomodir masjid dan mushala seluruh Indonesia.

"Kalau di dunia dakwah, berangkat dari orangtua yang getol berdakwah. Sehingga itu menjadi inspirasi bagi saya untuk meneruskan. Biarlah, mungkin sudah dicap oleh Allah untuk menjalani bidang ini, toh saya juga hobi," tukas pria beranak dua ini. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved