Kaltim Target Swasembada Daging Sapi Jelang Perpindahan Penduduk ke IKN, Garap Lahan Pascatambang

Pemprov Kalimantan Timur targetkan bisa memenuhi pasokan daging sapi lokal terlebih jelang perpindahan penduduk ke Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara,

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor saat meninjau kandang milik peternak Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (1/4/2021) hasil binaan Pertamina Regional Kalimantan. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemprov Kalimantan Timur targetkan bisa memenuhi pasokan daging sapi lokal terlebih jelang perpindahan penduduk ke Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.

Kabid Pengembangan Kawasan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim, I Gusti Made Jaya Adhi mengungkapkan memenuhi kebutuhan lokal terkini, daging sapi dipasok dari daerah luar daerah Kaltim.

Kebutuhan konsumsi daging di Benua Etam sendiri berkisar 60 ekor sapi per tahun, serta daging beku sekitar 40 ekor sapi.

Sedangkan kemampuan lokal hanya bisa memenuhi 25 persen dari kebutuhan konsumsi daging per tahun.

"Kemampuan kita baru bisa memenuhi 25 persen dari kebutuhan setiap tahunnya.," diakui I Gusti Made Jaya Adhi, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Program Swasembada Jagung di Lahan TNI AD Kaltim, Cipta Kemitraan Industrial, Target Panen Mei 2022

Baca juga: PDRB Kaltim Sektor Peternakan Capai Rp 2,19 Triliun, Jumlah Sapi Belum Cukup Kategori Swasembada

Baca juga: Produksi Pertanian di Mahulu Terus Meningkat, Langkah Nyata Menuju Swasembada Pangan

Untuk itu, pihaknya kini sedang menyusun rencana atau program untuk dapat memenuhi kebutuhan lokal tersebut.  Beberapa (program) telah disusun Disnakkeswan Kaltim.

Salah satunya, kemitraan dan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti usaha penggemukan sapi. Isu strategis yang saat ini tengah akan digarap yakni menyulap lahan eks tambang batu bara menjadi pusat pengembangan sapi.

"Pemanfaatan lahan eks tambang bisa dipergunakan untuk sub sektor peternakan. Kaltim banyak lahan pasca tambang yang nantinya bisa dipergunakan untuk peningkatan jumlah populasi ternak, sehingga Kaltim bisa swasembada daging sapi," terang I Gusti Made Jaya Adhi.

Rencana lahan eks tambang menjadi kandang sapi dirasa perlu, pasalnya demi memenuhi kebutuhan komoditas daging lokal, apalagi persiapan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kaltim.

Pemerintah memperkirakan ada sekitar 2,5 juta warga bakal bermigrasi ke Kaltim, terkhusus ke lokasi IKN.

Baca juga: Mahulu Wujudkan Swasembada Pangan, Bupati Sebut Jadi Andalan dan Target Prioritas Pemkab

Tentunya kebutuhan akan daging nantinya juga bakal mengalami peningkatan.

"Nantinya 2,5 juta penduduk luar ke Kaltim khususnya ke IKN, tentu kebutuhan akan sapi juga meningkat," tandasnya.

Tak hanya daging sapi, termasuk daging ayam, telur dan susu, dan potensi-potensi itu juga dikatakan I Gusti Made Jaya Adhi harus dipikirkan dari sekarang.

"Peran swasta, tentu sangat diharapkan bisa berkontribusi dalam sub sektor peternakan," tuturnya. (Mohammad Fairoussaniy/ADV/Kominfo Kaltim)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved