Berita Nasional Terkini

Akhirnya Adam Deni Mau Buka-bukaan Soal Ahmad Sahroni, Merasa Selama Ini Dibungkam

Akhirnya Adam Deni mau buka-bukaan soal Ahmad Sahroni, merasa selama ini dibungkam

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Terdakwa Adam Deni kembali menjalani kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (12/5/2022).

Dilansir dari Kompas.com, ada dua saksi ahli yang dihadirkan jaksa saat persidangan, yakni Doktor Mumpang Panggabean sebagai ahli hukum pidana dan Fransiskus sebagai ahli digital forensik.

Adam Deni mengungkapkan, ia siap menghadapi segala konsekuensi hukum atas kasusnya.

Ia juga bakal mengungkap soal kasusnya dengan Ahmad Sahroni saat diperiksa pada persidangan selanjutnya.

Dalam kesaksiannya, Mumpang Panggabean menjelaskan secara rinci soal dugaan pelanggaran hukum dalam kasus Adam Deni.

Mumpang mempertanyakan kewenangan dan hak yang dimiliki Adam Deni saat mengunggah informasi milik Ahmad Sahroni.

Meskipun titik berat Adam Deni menjurus ke pemantauan pejabat publik yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, Mumpang tetap menyatakan bahwa tindakan Adam Deni tidak benar.

Adam Deni diketahui mengunggah informasi milik Crazy Rich Tanjung Priok berupa dokumen pembelian sepeda dan menyebut akun Instagram KPK dalam unggahan tersebut.

"Apakah dia memiliki kewenangan menurut hukum ketika dia memposting sesuatu? Yang dipandang dia sah saja? Yang sah menurut dia belum tentu sesuai dengan yang berlaku rata-rata di masyarakat," ungkap Mumpang dalam persidangan.

"Jangan sampai hal itu menjerumuskan kita melakukan tindak pidana," lanjutnya.

Adam Deni dijadwalkan bakal diperiksa sebagai terdakwa di PN Jakarta Utara, Rabu (18/5/2022) mendatang.

Adam Deni menyebut akan memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya untuk bersaksi soal kasusnya dengan Ahmad Sahroni.
"Karena memang hanya di sana kesempatan saya panjang lebar buat bicara," lanjutnya.

Selama ini, Adam Deni mengaku terus dibungkam dalam persidangan atau dibatasi saat hendak memberikan pernyataan kepada awak media.

Kasus Adam Deni bermula ketika Sahroni melaporkan Adam Deni karena Adam diduga telah mengunggah dokumen miliknya ke media sosial tanpa izin.

Dalam dakwaannya, JPU menyebut dokumen pembelian sepeda yang dikirim Dwita kepada Adam Deni diunggah melalui sosial media.
Keduanya lantas diduga telah menyebarkan data pribadi Ahmad Sahroni tanpa izin.

Jaksa telah mendakwa Adam Deni dan Dwita dengan Pasal 48 Ayat (3) jo Pasal 32 Ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved