Berita Penajam Terkini
Belum Maksimal, Layanan Air Bersih di Waru Penajam Paser Utara Terkendala Listrik
Kapasitas air baku yang ada di Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur cukup melimpah.
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kapasitas air baku yang ada di Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur cukup melimpah.
Yakni sekitar 15 hingga 20 liter per detik, namun permasalahan listrik menjadi penyebab terkendalanya layanan air bersih secara maksimal di kecamatan tersebut.
Diketahui penopang listrik di Waru masih menggunakan genset berbahan bakar solar yang hanya beroperasi selama 8 jam.
Dikatakan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka Abdul Rasyid, selain persoalan listrik, ketersediaan anggaran juga menjadi salah satu penyebab masih kurang maksimalnya layanan air bersih di Waru.
Baca juga: PLN UP3 Berau Kampanyekan Penggunaan Motor Listrik dengan Tokoh Terkini
Baca juga: Butuh Rp 1 Miliar Untuk Bangun Kembali Ruang Kelas SD 011 Waru PPU Pasca Kebakaran
Baca juga: APBN 2022 Membengkak Jadi Rp 3.106 Triliun, Subsidi BBM, Listrik dan LPG Pemicunya
Padahal, usulan untuk layanan air bersih agar bisa optimal seperti daerah lain, sudah pernah diusulkan warga, sejak tahun 2020 lalu.
"Kendalanya saat ini masih menggunakan genset solar. Kemudian tahun 2020 dan 2021 memang sudah ada usulan cuma memang anggarannya masih terbatas, tahun 2022 ada anggarannya tapi tidak mencukupi," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Jumat (20/5/2022).
Abdul Rasyid melanjutkan, pihaknya juga telah berupaya agar ada anggaran yang disisipkan pemerintah daerah di badan anggaran perubahan tahun ini.
Baca juga: Aspirasi Warga Pesona Bukit Batuah ke DPRD Balikpapan, dari Jalan Rusak Sampai Krisis Air PDAM
"Kita mendorong pemerintah supaya disisipkan dalam anggaran perubahan agar masalah listrik di Waru itu bisa terselesaikan," katanya.
"Apabila terselesaikan dari 8 jam beroperasi kita bisa 20 jam beroperasi," lanjutnya.
Ia melanjutkan, jika anggaran yang dibutuhkan bekisar Rp2 miliar, sebab panjang jaringan listrik di Waru hampir mencapai 2 kilometer lebih.
"Kalau perkiraan kita Rp 2 miliar, karena lumayan panjang jaringan listrik ke Waru, tiang kabel itu sekitar sampai 2 kilomter," pungkasnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.