Berita Kalteng Terkini
Kalimantan Tengah Dipilih jadi Piloting Pabrik Pengolah Minyak Sawit Merah
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Kalimantan Tengah akan menjadi piloting pabrik pengolah minyak sawit merah
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Kalimantan Tengah akan menjadi piloting pabrik pengolah minyak sawit merah.
Daerah Kalimantan Tengah dipilih, menjadi satu di antara tiga darah yang akan menjadi poloting pabrik minyak sawit merah.
Selain di Kalteng, pabrik minyak sawit merah atau biasa disebut juga minyak makan merah ini akan dibangun di Riau dan Jambi.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (24/5/2022).
Baca juga: Larangan Ekspor Produk Sawit Mentah Dicabut, Disbun Kaltim Beber Sempat Terjadi Penurunan
Baca juga: 90 Persen Lahan Perkebunan Berau Dikuasai Tanaman Sawit, Sangat Berbahaya Saat Harga Turun
Baca juga: DPRD Paser Usul Petani Sawit Jalin Kemitraan dengan Pabrik
Untuk melaksanakan piloting atau percontohan ini, Kemenkop UKM akan membentuk gugus tugas bersama Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Forstabi) dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).
“Salah satu pesan Presiden Jokowi adalah membangun pabrik minyak sawit merah untuk suplai kebutuhan dalam negeri,” tegas Teten usai bertemu pengurus Forstabi.
Ditegaskan pendiri ICW ini, saat ini sebanyak 42 persen dari dari 16 juta hektare total luas lahan kelapa sawit di Indonesia dikelola oleh petani swadaya.
Kemudian, petani swadaya juga memproduksi 35 persen dari total volume Crude Palm Oil (CPO).
“Jadi kalau nanti Presiden Jokowi memberi arahan bahwa suplai minyak goreng di dalam negeri disuplai dari mereka, itu sangat bisa. Tujuannya supaya suplai CPO dalam negeri bisa lebih baik, di sisi lain harga sawit TBS (Tandan Buah Segar) di petani juga menjadi lebih baik,” ujar Teten.
Dijelaskan dia, sejumlah pabrik di ketiga provinsi itu akan hanya mengolah minyak sawit merah yang biaya produksi kategori minyak itu lebih rendah dibandingkan kategori lainnya.
Baca juga: Petani di Paser Bakal Miliki Pabrik Kelapa Sawit, Bisa Produksi 30 Ton per Jam
Selain itu, minyak sawit merah dinilai lebih sehat.
“Minyak sawit itu warnanya kuning kemerah-merahan, cuma standar pengolahan minyak sawit harus putih yang terpengaruh oleh standar Eropa. Padahal Malaysia sudah memproduksi minyak sawit merah yang diekspor ke China, dan di China digunakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin A,” ujar Teten.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Kalteng akan menjadi piloting pabrik pengolah minyak sawit merah.
Sementara pengurus Forstabi Rukaiyah Rafik menyatakan rencana pembangunan tiga piloting pabrik minyak sawit merah merupakan kabar baik bagi petani swadaya.
Selama ini, petani swadaya disebut menghadapi fenomena harga TBS yang tidak stabil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ekspor-CPO-Kutai-Timur-sangatta.jpg)