Jumat, 5 Juni 2026

Berita Internasional Terkini

DAMPAK TERPARAH Perang Rusia vs Ukraina Bukan Hanya Perang Dunia III, Tapi Hancurkan Peradaban Dunia

Dampak terparah perang Rusia vs Ukraina bukan hanya Perang Dunia III, tapi hancurkan peradaban dunia.

Tayang:
Handout / Mariupol City Council / AFP
Video handout yang diambil dari rekaman yang dirilis oleh Dewan Kota Mariupol pada 19 April 2022. Dampak terparah perang Rusia vs Ukraina bukan hanya Perang Dunia III, tapi hancurkan peradaban dunia. 

"Perang sedang diperjuangkan untuk tanah kami, untuk kebebasan kami, untuk kemerdekaan kami, dan untuk masa depan kami," tambahnya.

Pembicaraan selama berbulan-bulan antara negosiator Ukraina dan Rusia hanya menghasilkan sedikit kemajuan, di antaranya berupa kesepakatan tentang koridor kemanusiaan.

Namun kesepakatan itu pun sering diabaikan oleh Rusia.

Baca juga: Dikabarkan Sakit, Putin Justru Besuk Tentara Rusia yang Terluka Melawan Ukraina

Negosiator utama Moskow, Vladimir Medinsky mengatakan pada hari Minggu bahwa Rusia siap untuk melanjutkan pembicaraan damai.

Tetapi "persiapan serius" diperlukan sebelum para presiden dapat bertemu, menurut kantor berita milik negara Rusia, Tass.

"Para kepala negara harus bertemu untuk mencapai kesepakatan akhir dan menandatangani dokumen, tetapi tidak untuk mengambil foto," katanya seperti dikutip Tass.

Di sisi lain, diskusi pembicaraan damai justru menimbulkan keretakan di Uni Eropa.

Beberapa negara anggota berusaha untuk menggiring blok tersebut ke arah sikap yang lebih "berdamai" dengan Rusia.

Baca juga: Jadwal Liga Champions Liverpool vs Real Madrid: Anceloti Siapkan Kejutan Besar Dengan 2 Pemain Ini

Italia, Hongaria dan Siprus mendesak Uni Eropa untuk menyerukan gencatan senjata dan negosiasi antara negara-negara yang bertikai.

Negara-negara tersebut menempatkan diri mereka bertentangan dengan negara-negara anggota lain yang bertekad untuk tetap berpegang pada pendekatan agresif dengan Moskow menjelang KTT Dewan Eropa minggu depan.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, juga berbicara di Davos pada hari Selasa (24/5/2022).

Ia mengatakan Ukraina harus memenangkan perang, tanpa menyebutkan pembicaraan damai.

Sementara itu, Rusia mengisyaratkan mungkin siap untuk mengakhiri blokade pelabuhan Ukraina yang telah memicu kekhawatiran krisis pangan global.

Wakil menteri luar negeri Rusia, Andrei Rudenko dikutip oleh Interfax mengatakan bahwa Moskow siap untuk menyediakan jalur kemanusiaan yang diperlukan untuk barang-barang yang meninggalkan Ukraina di Laut Hitam.

Meski begitu, pertempuran di Donbas berlanjut pada hari Rabu (25/5/2022).

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved