Jumat, 5 Juni 2026

Berita Internasional Terkini

DAMPAK TERPARAH Perang Rusia vs Ukraina Bukan Hanya Perang Dunia III, Tapi Hancurkan Peradaban Dunia

Dampak terparah perang Rusia vs Ukraina bukan hanya Perang Dunia III, tapi hancurkan peradaban dunia.

Tayang:
Handout / Mariupol City Council / AFP
Video handout yang diambil dari rekaman yang dirilis oleh Dewan Kota Mariupol pada 19 April 2022. Dampak terparah perang Rusia vs Ukraina bukan hanya Perang Dunia III, tapi hancurkan peradaban dunia. 

"Mereka telah menanggapi invasi Ukraina dengan kecepatan, persatuan, dan kekuatan yang lebih besar daripada sebelumnya dalam sejarahnya," urainya.

“Tetapi, ketergantungan Eropa pada bahan bakar fosil Rusia tetap berlebihan, sebagian besar karena kebijakan merkantilis yang ditempuh oleh mantan kanselir Angela Merkel."

"Dia telah membuat kesepakatan khusus dengan Rusia untuk pasokan gas dan menjadikan China pasar ekspor terbesar Jerman."

"Itu membuat Jerman menjadi ekonomi berkinerja terbaik di Eropa tetapi sekarang ada harga yang harus dibayar. Ekonomi Jerman perlu direorientasi. Dan itu akan memakan waktu lama," lanjutnya.

Baca juga: Pangkalan Rusia Hancur, Ukraina Serang Pakai Meriam NATO, Zelenskyy Sebut Rebut Kembali 5 Kota Ini

Lebih lanjut, Soros mengatakan isu-isu lain yang menyangkut kemanusiaan, seperti pandemi, perubahan iklim, dan menghindari perang nuklir, harus dikesampingkan.

Menurutnya, perang melawan perubahan iklim menempati urutan nomor dua di tengah invasi Rusia ke Ukraina yang sedang berlangsung.

“Namun, para ahli memberi tahu kami bahwa kami telah tertinggal jauh, dan perubahan iklim hampir tidak dapat diubah. Itu bisa menjadi akhir dari peradaban kita,” imbuhnya.

Zelensky Tak akan Serahkan Tanah Ukraina pada Rusia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan ia tidak akan menyerahkan tanah negaranya sebagai imbalan berakhirnya perang dengan Rusia.

Dilansir Independent, negosiasi damai tidak dapat dilanjutkan sampai Rusia menunjukkan kesediaannya untuk memindahkan pasukan dan peralatannya kembali ke posisi sebelum 24 Februari, yaitu sebelum Vladimir Putin memerintahkan invasi, kata Zelensky dalam pidato video di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Rabu (25/5/2022).

Baca juga: Presiden Ukraina Desak Barat, Segera Jatuhkan Sanksi Keras ke Moskow agar Perang Selesai

Zelensky mengatakan dia hanya bersedia membahas diakhirinya perang dengan berbicara kepada Putin sendiri dan tidak melalui perantara.

Ia menambahkan bahwa jalan keluar diplomatik dari konflik ini memungkinkan jika presiden Rusia memahami kenyataan.

Ditanya apakah mungkin untuk merundingkan penghentian konflik, Zelensky mengatakan:

"Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah kami."

"Kami berjuang di negara kami, di tanah kami."

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved