Rabu, 13 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Andi Harun, Lepas 550 Relawan PMI Samarinda, Kampanye Imunisasi Rubella dan Campak

Walikota Samarinda Andi Harun melepas 550 Relawan PMI Samarinda di halaman parkir Balaikota Samarinda, Jumat (27/5/2022).

Tayang:
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Walikota Samarinda, Andi Harun secara simbolis melepas relawan PMI Samarinda, di halaman parkir Balaikota Samarinda, Jumat (27/5/2022). TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda Andi Harun melepas 550 Relawan PMI Samarinda di halaman parkir Balaikota Samarinda, Jumat (27/5/2022).

Pelepasan relawan Palang Merah Indonesia atau PMI Samarinda itu dalam rangka kampanye Imunisasi Rubella dan campak di Kota Samarinda i

Orang nomor satu di Kota Tepian julukan Samarinda tersebut, menyampaikan bahwa relawan adalah jantung dari Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Setiap tahun, relawan telah melakukan pelayanan dengan penuh dedikasi. Bahkan dalam situasi yang sulit, untuk memberikan bantuan kepada masyarakat paling rentan.

Andi Harun memberikan apresiasi kepada relawan Samarinda, karena telah berupaya mendukung percepatan program Imunisasi Campak dan Rubella di Kota Samarinda.

Baca juga: Wabup Buka Pelaksanaan BIAN di Mahulu, Imunisasi 11.619 Anak yang Tersebar di Lima Kecamatan

Baca juga: Dinas Kesehatan Sasar 111 Ribu Anak di Balikpapan Terima Imunisasi Campak Saat BIAN

Baca juga: Dinas Kesehatan Kota Tarakan Masih Kejar Target Vaksinasi Polio, Devi Sebut Puskesmas Kewalahan

"Kampanye dilaksanakan oleh 550 orang relawan PMI, bersinergi dengan seluruh OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda," ungkapnya.

Jelasnya, penyakit campak adalah penyakit yang infeksius. Untuk mencegah penyakit itu, Kemenkes RI melaksanakan Bulan Imunisasi Campak Rubella (BICR).

Diberikan kepada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 12 tahun sebagai upaya untuk memutus transmisi penularan infeksi campak rubela dalam waktu cepat.

"Ini juga mendukung pencapaian target eliminasi campak-rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) tahun 2023 mempertahankan Indonesia Bebas Polio, serta mewujudkan Dunia Bebas Polio pada tahun 2026," sebutnya.

Andi Harun mengimbau masyarakat yang masih awam terhadap pentingnya imunisasi campak dan rubella harus menerima informasi yang benar, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Baca juga: Paling Berisiko Terjangkit Polio, 176 Ribu Anak-anak di Kalimantan Utara Bakal Divaksin

Melalui sambutannya, ia juga mengintruksikan Camat dan Lurah untuk dapat menggerakan aparat pemerintah di wilayahnya guna mendorong anak yang berusia antara 9 bulan kurang dari 12 tahun untuk datang ke pos-pos perlayanan imunisasi.

"Silakan disisir sampai ke sudut-sudut Samarinda untuk memastikan semua anak terimunisasi. Perlu diperhatikan karena bila ada satu saja yang tertinggal maka kita akan gagal memutus rantai penularan penyakit Campak dan Rubella," imbuhnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved