Berita Berau Terkini
DPRD Berau Sidak RSUD dr Abdul Rivai Temukan Bermacam Permasalahan
Anggota Komisi I didampingi Ketua DPRD Berau, Madri Pani melakukan Sidak ke RSUD dr Abdul Rivai Berau untuk memastikan pelayanan
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Anggota Komisi I didampingi Ketua DPRD Berau, Madri Pani melakukan Sidak ke RSUD dr Abdul Rivai Berau untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan secara maksimal.
Ketua DPRD Berau, Madri Pani yang ditemui usai melakukan sidak menuturkan, masih banyak ditemui permasalahan yang ada dalam pelayanan rumah sakit.
Seperti penumpukan antrean masyarakat yang ingin mendaftar, alat medis yang tidak digunakan, mahalnya biaya penggunaan ambulance, hingga persoalan parkir.
"Saya berharap dibawah direktur yang baru ini, semua permasalahan di dalam rumah sakit bisa segera teratasi," ucapnya kepada TribunKaltim.co, Senin (30/5/2022).
Baca juga: Ketua DPRD Berau Madri Pani Ingin Dinas Kesehatan Berau Sidak Makanan di Pasar Ramadhan
Baca juga: DPRD Berau Sidak Stadion Olympic Mini, Tagih Janji Penanganan Longsor Pinggir Lapangan
Baca juga: Berkaitan dengan Data Disdukcapil, Jumlah Kursi di DPRD Berau akan Bertambah Jadi 35
Hal yang utama adalah pelayanan prima terhadap masyarakat, jangan sampai terjadi penumpukan pasien khusunya di IGD karena itu adalah yang paling vital.
Kemudian pendaftaran juga harus dicarikan solusinya, kalau memang hanya menerima pendaftaran online maka harus disosialisasikan secara baik.
Karena banyak masyarakat kita yang masih gagap teknologi jadi kesulitan untuk mendaftar pelayanan rumah sakit secara online.
"Bisa diibaratkan dari 100 orang yang mendaftar, yang paham pendaftaran online hanya berkisar 30 orang," sambungnya.
Kalau memang pendaftaran menggunakan sistem online, bisa disiagakan petugas yang siap membantu, kalau perlu libatkan anggota DPRD karena bisa membantu sosialisasi saat reses ke dapil masing-masing.
Intinya direktur rumah sakit harus bisa menginventarisir apa masalah yang dihadapi masyarakat.
"Sehingga ini menjadi perbaikan kedepannya, jangan hanya menuntut penggunaan anggaran tapi dalam pelayanan tidak maksimal," tegasnya.
Politikus Partai NasDem ini menambahkan, ada juga beberapa alat yang sudah dibeli seperti alat cuci darah yang hingga kini tidak difungsikan karena kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.
Jadi jangan sampai APBD sudah digelontorkan untuk membeli tetapi tidak difungsikan.
Alat itu dibeli guna melayani masyarakat jangan sampai masalah cuci darah saja masyarakat harus pergi keluar Berau.
"Karena itu membebani masyarakat," ucapnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Madri-Pani-berau.jpg)