Minggu, 3 Mei 2026

Ibu Kota Negara

Jelang Pembangunan IKN, 100 Ribu Tenaga Kerja Bakal Mulai Datang ke PPU Juli Mendatang

Menjelang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sebanyak 100.000 tenaga kerja bakal pindaj ke IKN pada Juli 2022

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.co/Budi Susilo
ILUSTRASI Wisatawan kunjungi kawasan titik nol IKN Nusantara di Sepaku Penajam Paser Utara. Menjelang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sebanyak 100.000 tenaga kerja bakal pindaj ke IKN pada Juli 2022 mendatang 

TRIBUNKALTIM.CO- Menjelang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sebanyak 100.000 tenaga kerja bakal pindah ke IKN pada Juli 2022 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Thomas Umbu Pati dalam diskusi bertajuk 'Pemindahan Ibu Kota dan Tinjauan Masa Depan Jakarta Dalam Perspektif Pemda se-Jabodetabek' di Jakarta, Senin (23/5/2022).

"Alhamdulillah bulan Juli nanti sekitar 100 ribu tenaga kerja sudah mulai pindah ke sana (IKN Nusantara)," kata Thomas Umbu.

Menurut Thomas, pemerintah saat ini sedang memikirkan untuk membangun kebutuhan-kebutuhan sarana infrastruktur.

Sebab, pada triwulan pertama tahun 2024 sebanyak 60.000 aparatur sipil negara (ASN) bakal pindah ke lokasi IKN Nusantara.

Baca juga: GAMKI Dukung Pemindahan IKN, Sebut Jokowi Canangkan Indonesia Sentris

Baca juga: Ada Keluhan Suku Adat tak Dilibatkan dalam Pembangunan IKN Nusantara, Penjelasan Sekcam Sepaku

Baca juga: Nikmati Sensasi Berkunjung ke Gua Batu Tapak Raja di Lokasi IKN, Tawarkan Panorama Alam Eksotik

"Sehingga mimpi bahwa triwulan pertama 2024 60 ribu ASN sudah bisa pindah ke lokasi IKN dan Bapak Presiden (Joko Widodo) akan menyelenggarakan upacara 17 Agustus perdana di IKN," ujarnya.

Sementara terkait ketersediaan air, kata dia, pemerintah telah memanfaatkan aliran sungai Mahakam.

"Memang hari ini banyak diskusi tentang tantangan terkait dengan kebutuhan air bersih. Namun ini sudah bisa kita cegah, kita antisipasi dengan memanfaatkan aliran sungai Mahakam," ucap Thomas.

Thomas menuturkan, perpindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN Nusantara dikarenakan berbagai faktor, seperti bahaya ancaman banjir.

Selain ancaman banjir, kata dia, beberapa alasan lain mengapa ibu kota harus pindah, yakni 57 persen penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa.

Kemudian, konversi lahan terbesar terjadi di pulau Jawa, krisis ketersediaan air di pulau Jawa, pertumbuhan urbanisasi apalagi Jakarta, serta beberapa aspek lainnya.

Tak hanya itu, lanjut Thomas, berdasarkan hasil riset pada tahun 2013 misalnya, Jakarta menempati peringkat ke-10 kota terpadat di dunia.

Baca juga: Plt Bupati PPU Hamdam Harap Potensi Wisata di Sepaku Bisa Dimaksimalkan Hadapi IKN

"Jadi kalau urgensi kenapa (ibu kota) harus pindah, saya kira banyak persoalan di Jakarta yang saya kira kita semua paham melihat bagaimana dinamika persoalan hari ini dan akhirnya Jakarta harus dipindah ke Penajem Paser Utara," ujarnya.(*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 100 Ribu Tenaga Kerja Bakal Pindah ke IKN Nusantara pada Juli 2022, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/05/23/100-ribu-tenaga-kerja-bakal-pindah-ke-ikn-nusantara-pada-juli-2022.

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved