Berita Penajam Terkini

Ternak Terjangkit PMK Masih Bisa Dikonsumsi, Berikut Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Meski wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) menjangkiti hewan ternak, namun dengan pengolahan yang benar, hewan tersebut masih layak dikonsumsi

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan PPU Arief Murdiyatno.TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU 

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM- Meski wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) menjangkiti hewan ternak, namun dengan pengolahan yang benar, hewan tersebut masih layak dikonsumsi.

Hal itu diungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Arief Murdiyatno Kepada TribunKaltim.Co Senin (6/6/2022).

Menurut Arief, ternak yang terjangkit PMK aman dikonsumsi, sebab virusnya tidak dapat ditularkan ke manusia, hanya sebatas sesama ternak saja melalui udara.

"Sapi yang terjangkit PMK, itu tidak ditularkan langsung ke manusia, meskipun virus ini bisa menular dari udara, cuma ini dari ternak ke ternak saja," ungkapnya.

Namun, daging hewan yang terjangkit PMK itu, harus melalui proses yang baik dan cukup ketat, sebelum dikonsumsi.

Baca juga: Seekor Sapi di Berau Suspek PMK, Kiriman dari NTT, 4 Daerah Sebaran Ternak Minta Dilakukan Tracing

Baca juga: Cegah Kasus PMK, Polres Kubar dan Pemkab Kubar Pantau Penampungan Sapi dan Cek Kesehatannya

Baca juga: Akibat Wabah PMK, Pasokan Daging Sapi di PPU Dikhawatirkan Terganggu saat Idul Adha

Menurut Arief, mulai dari pemotongan ternak, sebaiknya dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH), dan diawasi oleh paramedis.

Kemudian, ada beberapa bagian tubuh hewan ternak, yang disarankan untuk dibuang atau tidak dikonsumsi, terutama yang terkena luka yakni bagian kepala, kaki, dan jeroan.

Ketika di masak, juga harus memperhatikan suhunya, dimasak agak lama dari biasanya, hingga dipastikan virusnya mati, yakni minimal suhunya harus diatas 70 derajat Celcius.

Baca juga: Harga Daging Sapi di Balikpapan Melonjak Imbas PMK, Pemkot Bakal Gelar Operasi Pasar

"Diperlukan langkah-langkah antisipatif itu ketika hewan yang terserang virus ini mau dikonsumsi.

Seperti apa ini sebenarnya rujukan dari Kemeterian Kesehatan dan MUI menurutnya, bisa dikonsumsi dengan catatan pemotongannya harus diawasi oleh paramedis dan harus di RPH.

Kemudian ada bagian-bagian yang terkena disarankan untuk dibuang dan tidak dikonsumsi khususnya bagian kepala, kaki dan jeroan, dagingnya dari kaki atas hingga badan boleh dikonsumsi, dengan catatan pengolahannya atau pemasakannya itu harus diatas 70 derajat Celcius, itu virusnya sudah mati," tandasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved