Jumat, 1 Mei 2026

Berita Internasional Terkini

China & Taiwan Diambang Perang, Dampaknya Bisa Lebih Parah Dibanding Rusia vs Ukraina

China dan Taiwan diambang perang, seperti yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina

Tayang:
FOTO AFP / Patrick LIN PATRICK LIN / AFP
Sebuah Bendera Taiwan dan Bendera China (kanan). Para pengunjuk rasa Taiwan bersikeras bahwa Taiwan adalah negara merdeka dan bukan bagian dari China. Kini kedua negara diambang perang terbuka seperti yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina. 

Badan itu pun berharap untuk mencapai paket kesepakatan, termasuk keamanan pangan untuk meringankan pasokan.

Baca juga: Rusia Terus Gempur Severodonetsk, Namun Belum Berhasil Kuasai Ukraina di Hari 108

Taiwan sendiri, turut andil dalam sanksi Barat terhadap Rusia dan memberikan sambutan baik terhadap delegasi WTO Ukraina pada Minggu (12/06/2022).

Sementara itu, China tidak akan ragu untuk memulai perang jika Taiwan mendeklarasikan kemerdekaan.

Hal ini diucapkan oleh Menteri Pertahanan China Wei Fenghe, memperingatkan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin dalam pembicaraan tatap muka perdana di antara keduanya di Singapura pada Jumat (10/6/2022), menurut para pejabat.

"Jika ada yang berani memisahkan Taiwan dari China, tentara China pasti tidak akan ragu untuk memulai perang tidak peduli biayanya," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian mengutip omongan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe dalam pertemuan dengan Lloyd Austin.

Menteri Pertahanan China juga bersumpah bahwa Beijing akan menghancurkan hingga berkeping-keping setiap plot kemerdekaan Taiwan dan dengan tegas menjunjung tinggi penyatuan tanah air, menurut Kementerian Pertahanan China.

Baca juga: Tejawab Alasan Rusia Gempur Habis Donbas, Lokasi Strategis Serang Seluruh Ukraina

"(Dia) menekankan bahwa Taiwan adalah Taiwan-nya China... Menggunakan Taiwan untuk menahan China tidak akan pernah berhasil," tambah Kementerian itu, dilansir dari Kantor Berita AFP.

Sementara itu, Austin mengatakan kepada Wei Fenghe selama pembicaraan tersebut, bahwa China harus menahan diri dari tindakan destabilisasi lebih lanjut terhadap Taiwan, kata Kementerian Pertahanan AS.

Taiwan merupakan sebuah pulau demokratis yang memiliki pemerintahan sendiri.

Taiwan hidup di bawah ancaman invasi China yang terus-menerus.

China memandang pulau itu sebagai wilayahnya dan berjanji suatu hari akan merebutnya, dengan paksa jika perlu. (*)

Berita Internasional Terkini

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved