Pemprov Kaltim Akan Dorong OPD dan Pemkab Paser dalam Mendukung MHA Mului serta Desa Lainnya

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya mendorong desa-desa di Bumi Mulawarman agar turut sejahtera di kawasan masing-masing

HO/Kominfo Kaltim
Foto udara Kampung Mului, Desa Swan Slutung Kecamatan Komam, Kabupaten Paser, Kaltim. Kawasan Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua. HO/Kominfo Kaltim 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya mendorong desa-desa di Bumi Mulawarman agar turut sejahtera di kawasan masing-masing dan merasakan dampak pembangunan.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Administrasi dan Pembangunan (Adbang) Setdaprov Kaltim, Lisa Hasliana saat ditemui disela kunjungan di kawasan Kampung Mului, Desa Swan Slutung, Kecamatan Muara Komam, Kabulaten Paser, tempat bermukimnya Masyarakat Hukum Adat atau MHA Mului.

Kunjungan kerja Wakil Gubernur Kaltim salah satunya bertujuan mengajak beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melihat pengembangan pembangunan di kawasan tersebut.

"Memonitor dan memantau pembangunan kita sampai paling jauh ini, selain OPD ada Pemerintah Kabupaten Paser. Nanti sesuai kewenganan dan program kegiatannya melihat kondisi di desa dan kampung ini akan melakukan apa ke depan," terang Lisa Hasliana, Rabu (15/6/2022).

Beberapa OPD juga memprogramkan untuk pembangunan di MHA Mului agar bisa merasakan pembangunan yang merata. "Jangan sampai ada masyarakat kita yang ketinggalan," sebut Lisa Hasliana.

Baca juga: Kisah Kepala MHA Mului, Jidan Penjaga Kawasan Hutan Gunung Lumut di Paser, Raih Kalpataru 2022

Baca juga: Pemprov Kaltim Upayakan Melalui Dinas Terkait Rencanakan Program di Kampung Mului dan Desa Swan

Baca juga: Kunjungi MHA Mului di Paser, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Kendarai Sendiri Motor ke Lokasi

Jalan akses menuju MHA Mului sendiri diakatakan Lisa merupakan jalan bekas dari logging perusahaan terdahulu yang nantinya akan direncanakan masuk dalan program perbaikan.

Agar supply barang juga diharapkan Lisa juga dapat merata ke MHA Mului. "Kalau jalan sudah ada, pembangunan listrik, internet pembawa bibit untuk berkebun dan tani juga bisa masuk ke sana," terang Lisa Hasliana.

Kondisi terisolir lainnya di Mului diakui Lisa Hasliana bahwa Bidan saja untuk membantu masyarakat melahirkan tidak ada dan pendidikan hanya sebatas hingga sekolah dasar karena status sekolah di kawasan itu.

"Bidan naik motor trail sendiri, kalau bayar biayanya habis, akan didorong untuk pembenahan jalan. Kalau obat ada saja tetapi memang jika sakit sangat susah membawanya, ini akan didorong menjadi utama pembangunan, di Mului listrik juga akan ada rencana Solar sell," pungkas Lisa Lisa Hasliana.

"Sekolah di sana hanya berstatus kunjung, jadi setelah gurunya tidak ada, anak-anak sekolah ke Kecamatan Komam yang agak jauh, intinya kita juga akan dorong OPD-OPD agar memenuhi ini," tuturnya. (Mohammad Fairoussaniy/ADV/Kominfo Kaltim)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved