Berita Pemkab Mahakam Ulu

Bupati Mahulu Tegas Lindungi Petani, Perusahaan Wajib Perhatikan Dampak Lingkungan

Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, mengingatkan semua perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Mahulu, Provinsi Kalimantan Timur, untuk

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Mahulu
Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh didampingi Wakil Bupati Yohanes Avun, Sekda Stephanus Madang, Ketua DPR Yovita Bulan saat memimpin rapat Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan bersama perwakilan 19 perusahaan perkebunan dan perkayuan yang beroperasi di Mahulu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, mengingatkan semua perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Mahulu, Provinsi Kalimantan Timur, untuk memperhatikan masalah lingkungan.

Bupati Bonifasius berharap kehadiran perusahaan membantu pemberdayaan masyarakat dan menjaga kelestarian alam di sekitar konsesinya. Bukan sebaliknya, investasi yang hadir justru mengeksploitasi kekayaan alam Bumi Urip Kerimaan sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan.

"Jangan sampai kehadiran perusahaan membunuh semua komunitas yang berada di situ (dekat perusahaan), termasuk tanaman dan hewan,” pesan Bupati Bonifasius ketika memimpin rapat Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) bersama perwakilan 19 perusahaan perkebunan dan perkayuan yang beroperasi di Mahulu.

Baca juga: Wabup Buka Pelaksanaan BIAN di Mahulu, Imunisasi 11.619 Anak yang Tersebar di Lima Kecamatan

Sikap tegas Bupati Bonifasius yang juga ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mahulu ini semata-mata untuk melindungi warganya yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan sangat bergantung terhadap kelestarian lingkungan.

Bupati mencontohkan, dampak pencemaran seperti banyaknya ikan yang mati di sungai. Ikan itu sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia dalam jangka panjang.

"Jangan sampai terjadi pencemaran parah yang tidak terkendali. Saya minta Dinas Lingkungan Hidup memperhatikan hal ini," tegas Bupati Mahulu.

Baca juga: Pemkab Mahulu Gelar Bimtek untuk OPD, Bupati: Pengelolaan Kearsipan Menentukan Good Governance

Menurutnya, secara ekonomi Mahulu memang masih tertinggal. Tapi, bukan berarti, pemerintah harus jor-joran mengeksploitasi sumber daya alam. Mahulu memang terbuka untuk investasi namun tidak berarti ‘menjual’ hutan lewat penerbitan perizinan yang ugal-ugalan. (adv)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved