Berita Balikpapan Terkini

Banyak Jalan Tikus untuk Selundupkan Narkoba di Kaltim, BNNP Bentuk Desa Bersinar Tiap Daerah

Kalimantan Timur (Kaltim) masih dianggap sebagai kawasan rawan untuk peredaran narkoba. Banyak jalan tikus untuk menyelundupkan Narkoba di Kaltim, ba

TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Wisnu Andayana. Ia mengatakan jalur rawan tempat masuknya narkotika, dari darat hingga laut. Kaltim memiliki 10 ribu kilometer lebih jalur laut dan memiliki banyak jalan tikus kecil untuk menyelundupkan narkoba. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kalimantan Timur (Kaltim) masih dianggap sebagai kawasan rawan untuk peredaran narkoba.

Banyak jalan tikus untuk menyelundupkan Narkoba di Kaltim, baik lewat jalur darat maupun laut.

Untuk meminimalisir peredaran Narkoba di Kaltim, Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP Kaltim gencar  membentuk Desa Bersinar (bersih dari narkoba) di tiap daerah.

Meski peredaran gelap narkotika di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) disebut mengalami penurunan, namun nyatanya dari 10 kabupaten dan kota yang ada, tidak ada satupun dinyatakan aman dari sasaran penyalahgunaan narkoba.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP Kaltim Brigjen Pol Wisnu Andayana saat ditemui Selasa (28/6/2022) siang ini.

Baca juga: Fakta-Fakta Markas Gembong Narkoba di Balikpapan Barat yang Digrebek Polisi

"Semuanya ada kategori rawan dan siaga Narkoba," paparnya.

"Kabupaten Kutai Kartanegara itu sangat rawan, terutama pastinya daerah Kalimantan Utara. Kalau kotanya di Samarinda," tuturnya.

Adapun jalur rawan tempat masuknya narkotika, lanjutnya, dari darat hingga laut.

Apalagi, lanjutnya, Kaltim memiliki 10 ribu kilometer lebih jalur laut dan memiliki banyak jalan tikus kecil untuk menyelundupkan narkoba.

"Kendala kita adalah kesadaran pribadi-pribadi itu sendiri untuk mengatakan tidak pada penyalahgunaan narkotika,

Percuma BNN teriak-teriak berantas narkoba tetapi tidak ada kesadaran, jelas semua hanya omong kosong," tegasnya.

Kemudian lanjutnya, saat ini BNN terus berupaya mencegah dan memberantas peredaran narkoba melalui kegiatan soft off close power off close atau tutup akses, matikan jaringan dan sebagainya.

Baca juga: BNN Gencarkan Kampanye Anti Narkoba kepada Anak-anak di Balikpapan

"Tapi sama seperti polisi teriak pakai helm, tapi pengendara tidak patuh, sama saja hasilnya 0," katanya.

Meskipun begitu, menurutnya , pihaknya tidak akan pernah berhenti melakukan berbagai upaya untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

"Kami bentuk keluarga Bersinar (bersih dari narkoba), dan tahun ini sudah ada 11 Desa Bersinar kita bentuk di setiap daerah yang pernah kita jumpai penyalahgunaan narkotika," jelasnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved