Berita Kutim Terkini
Akses Jalan Muara Gabus di Kutim Tak Mulus, Para Petani Desak Pemerintah agar Segera Diaspal
Akses Jalan Muara Gabus di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, masih belum mulus.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Akses Jalan Muara Gabus di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, masih belum mulus.
Bahkan, sejumlah warga pernah melakukan pengerasan jalan dengan batu merah secara swadaya.
Warga yang mayoritas petani tersebut mendesak pemerintah agar jalan Muara Gabus segera diaspal.
Sementara itu Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Timur secara bertahap melakukan peningkatan infrastruktur jalan yang menjadi tanggung jawab daerah.
Salah satu jalan yang dibenahi beberapa tahun belakang adalah Jalan Muara Gabus di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutim.\
Baca juga: Pemkab Paser Alokasikan Anggaran Rp 4,8 Miliar Untuk Perbaikan 7 Ruas Jalan Rusak di Tanah Grogot
Kepala Dinas PU Kutim, Muhir melalui Kabid Bina Marga, Asran Lode mengatakan, peningkatan jalan di kawasan tersebut sudah dilakukan walau bertahap.
“Ya kan, depan sudah dicor masuk ke dalam, jadi memang itu kita selalu ada program terus selama beberapa tahun, walaupun 50 meter atau 100 meter, ya hingga saat ini sudah lumayan lah,” ujarnya, Rabu (6/7/2022).
Jalan yang berada di samping Kantor Camat Sangatta Selatan tersebut memang masih bermaterial batu merah yang sudah lama mengeras.
Di beberapa titik jalan tersebut hanya berbentuk tanah, sehingga seringkali berlumpur usai diguyur hujan sehingga menyulitkan pengendara yang lewat.
Sayangnya peningkatan Jalan Muara Gabus masih belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk tahun 2022 ini.
Pembangunan Jalan Muara Gabus tidak mendapatkan alokasi anggaran di tahun 2022 ini, sehingga tidak ada proses peningkatan yang dilakukan di jalan tersebut.
Baca juga: Akses Jaringan dan Jalan Rusak Jadi Kendala Utama Pengembangan Pariwisata di Kutai Barat
“Untuk tahun ini memang kita tidak ada anggaran di situ,” ujarnya.
Kondisi jalan Muara Gabus hanya selebar kurang lebih dua meter, pengendara mobil harus mengakali apabila berpapasan dengan kendaraan lainnya karena kanan kiri jalan diapit oleh tumbuhan liar.
Padahal sudah banyak penduduk yang bermukim di jalan tersebut, dan mayoritas di antara mereka adalah petani yang memiliki kebun di dalamnya.
Bahkan terdapat Kantor Urusan Agama Sangatta Selatan di Jalan Muara Gabus, yang notabene seharusnya mudah dijangkau oleh masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kondisi-jalan-muara-gabus-di-kelurahan-singa-geweh-kecamatan-sangatta-selatan.jpg)