Berita Kutim Terkini

Wakil Bupati Kutai Timur Tegaskan Dana Desa Bisa Dipakai untuk Program Penurunan Stunting

Dana Desa bisa digunakan untuk kegiatan penurunan stunting sesuai dengan musyawarah yang dilakukan oleh pemerintah desa.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang mengatakan bahwa Dana Desa dan CSR dari perusahaan bisa dimanfaatkan untuk menurunkan angka stunting. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dana Desa bisa digunakan untuk kegiatan penurunan stunting sesuai dengan musyawarah yang dilakukan oleh pemerintah desa.

Ini disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Kasmidi Bulang usai menggelar rapat koordinasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting.

"Tadi sudah saya tekankan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim bahwa Dana Desa (DD) itu juga bisa dimanfaatkan untuk penurunan stunting," ujarnya, Rabu (13/7/2022).

Terlebih, konsentrasi penekanan prevalensi stunting terfokus pada anak-anak atau keluarga yang di tingkat desa.

Selain itu, dari segi aturan memang sebenarnya ada penganggaran yang ditentukan secara umum dan bisa didetailkan secara khusus untuk menjalankan program stunting.

Baca juga: Prevalensi Stunting di Kutim Masih 27 Persen, TPPS akan Dampingi Tim Pendataan

"Itu (penggunaan DD) dibolehkan memang dari segi aturan. Sebenarnya ada regulasi yang mengatur, tapi itu secara umum jadi detailnya nanti biar juga bisa menjangkau stunting," ujarnya.

Namun tidak hanya memanfaatkan DD, percepatan penurunan stunting juga bisa menggandeng pihak ketiga dalam hal ini perusahaan yang beoperasi di daerah.

Melalui dana CSR, perusahaan diminta untuk membantu pemerintah demi menekan stunting pada anak-anak di sekitarnya.

"Begitu juga nanti kita melaporkan ke tim CSR. Nanti kita sampaikan kepada perusahaan yang ada CSR agar mendukung penurunan stunting di daerah kita," ujarnya.

Baca juga: Pengurus Forum Berau Sehat Dilantik, Bupati: Tekan Stunting dan ODF

Sekadar diketahui, pemerintah daerah mendapat instruksi dari Presiden RI untuk menekan prevalensi stunting guna mencapai generasi unggul pada tahun 2045 mendatang.

Setiap daerah mendapat tugas untuk menekan stunting hingga 14 persen per 2024 mendatang.  (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved