Berita Internasional Terkini
Dugaan Rusia Keterlibatan Pemindahan Paksa dan Adopsi Anak-anak Ukraina
Ketegangan perang Rusia dengan Ukraina masih terus berlangsung. Dampak ini pun pada warga sipil
TRIBUNKALTIM.CO - Ketegangan perang Rusia dengan Ukraina masih terus berlangsung. Dampak ini pun pada warga sipil.
Ukraina dan negara-negara Barat menuduh Rusia secara paksa mendeportasi warga Ukraina, termasuk anak -anak.
Mereka mengatakan Rusia berencana untuk melakukan tindakan ilegal itu di seluruh negeri.
Inggris telah memberikan sanksi kepada komisaris presiden Moskow untuk hak-hak anak, Maria Lvova-Belova atas dugaan keterlibatannya dalam pemindahan paksa dan adopsi anak-anak Ukraina.
Moskow telah mengevakuasi hampir 30 ribu orang, termasuk lebih dari 5.000 anak-anak, dari daerah di Ukraina ke Rusia selama sehari terakhir.
Baca juga: Bukan Rusia, Ternyata Amerika Serikat yang Jadi Pemicu Perang Nuklir Melalui Ukraina
Baca juga: Perang Dunia Terjadi, Presiden Serbia Bocorkan Barat Gunakan Ukraina Melawan Rusia
Baca juga: Klaim Amerika Serikat, Rusia Bakal Bombardir Ukraina dengan Drone Tempur Milik Iran
Proses evakuasi tersebut dilakukan tanpa partisipasi pihak berwenang Ukraina, kata kepala pusat kendali pertahanan nasional Rusia Mikhail Mizintsev, Sabtu (16/7/2022).
Selama 24 jam terakhir, tanpa partisipasi pihak berwenang Ukraina, 28.424 orang, termasuk 5.148 anak-anak.
"Telah dievakuasi dari wilayah berbahaya Ukraina dan Republik Donbas ke wilayah Federasi Rusia," kata Mizintsev sebagaimana dikutip Al Jazeera.
"Secara total sejak awal operasi militer khusus, 2.612.747 orang (dievakuasi), di mana 412.553 adalah anak-anak," tambahnya.
Rudal Rusia Hantam Pokrovsk
Rudal Rusia menghantam daerah perumahan di Kota Pokrovsk, Donetsk, merusak puluhan rumah, kata layanan pers polisi regional.
"Musuh menyerang warga sipil dua kali dengan rudal balistik Iskander-M. Sedikitnya 27 rumah rusak. Polisi mendokumentasikan kejahatan perang Rusia," kata layanan pers.
Polisi mengatakan jumlah korban belum diketahui secara pasti.
Mykolaiv Diguncang Ledakan Dahsyat
Wali Kota Mykolaiv Alexander Senkevich telah melaporkan sepuluh "ledakan kuat" di wilayah itu, dan meminta semua penduduk untuk tinggal di tempat penampungan.