News
Bak Lepas dari Mulut Harimau, Zelenskyy Malah Masuk Mulut Buaya, Kini Ukraina Darurat Hadapi Putin
Usai memenangkan peperangan, Zelenskyy bak lepas dari mulut harimau malah masuk mulut buaya, kini Ukraina darurat hadapi Putin.
TRIBUNKALTIM.CO - Sebelumnya, Presiden Ukraina, Zelenskyy cukup merasa tenang dan bahagia lantaran beberapa peperangan dengan Rusia di akhir-akhir ini selalu dimenangkan oleh Ukraina.
Hal itu tidak terlepas dari pasokan bantuan militer dari Amerika Serikat yang telah mengirimkan sistem rudal canggih di Ukraina.
Namun bak lepas dari mulut harimau, Zelenskyy malah kembali masuk mulut buaya untuk menghadapi serangan Rusia yang makin brutal hingga diduga akan kehilangan dukungan dari beberapa negara Barat.
Baca juga: Putin Gelap Mata Tak Ingin Lihat Cahaya Zelenskyy, Rusia Ambil Langkah Seribu, Sapu Bersih Serangan
Diketahui bahwa negara Barat telah menjatuhkan sanksi pada Rusia untuk tidak membeli minyak di negara Putin itu.
Namun, muncul dugaan bahwa beberapa negara Barat akan meninggalkan Ukraina lantaran telah merasakan dampak negatif dari sanksi untuk tidak membeli minyak Rusia itu.
Dilansir dari newsweek, sanksi Barat terhadap Rusia dimaksudkan untuk melumpuhkan ekonomi, mengisolasi oligarki yang paling kuat dan membawa tingkat kerusuhan domestik yang tak tertahankan pada Rusia.
Baca juga: Strategi Perang Rusia Berubah Gara-gara Amerika, Serangan Jarak Jauh ke Ukraina Ditingkatkan
Namun sebaliknya, Baratlah yang terguncang.
Perang Ukraina dan sanksi yang terkait dengannya telah menciptakan sejumlah masalah bagi Barat,
Termasuk inflasi yang terjadi dan melonjaknya harga gas, dan ketidakpastian atas ketersediaan pasokan gas alam untuk musim panas, yang kini tinggal beberapa bulan lagi.
Masalah-masalah ini menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan dan daya tahan dukungan negara Barat untuk pihak Ukraina dalam perangnya dengan Rusia.
Di mana Rusia merupakan negara utama pemasok utama minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar fosil padat ke Uni Eropa.
Ketidakpastian yang diciptakan oleh perang Ukraina dan sanksi terkait sebenarnya bisa menguntungkan Vladimir Putin.
William J. Burns, Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan Direktur Central Intelligence Agency memberikan pendapatnya.
"Itu semua melayani kepentingan Rusia dan Putin,
Semakin kacau dan memecah-belah gambaran di Barat,