IKN Nusantara

Antisipasi Bahaya, Istana Presiden dan Wapres di IKN Nusantara Dibangun Berjauhan

Antisipasi bahaya, Istana Presiden dan Istana Wapres di IKN Nusantara dibangun berjauhan

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO - Pembangunan fisik Istana Presiden dan Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara dipastikan berjalan tahun depan.

Diketahui, Istana Presiden dirancang Nyoman Nuarta.

Sementara, Istana Wapres merupakan gabungan konsep dari dua pemenang sayembara yakni Huma Betang Umai dan Istana Kerakyatan.

Meski demikian, lokasi pembangunan Istana Presiden dan Istana Wapres dipastikan terpisah.

Hal tersebut dilakukan karena memiliki fungsinya masing-masing dan alasan kemanan.

Dikutip dari Tribunnews.com, Direktur Jenderal Cipta Karya, Diana Kusumastuti mengatakan, Kementerian PUPR telah berdiskusi dengan Kementerian Pertahanan, bahwa kedua istana tersebut tidak bisa dijadikan satu, sehingga memang harus dipisahkan.

"Fungsinya memang terpisah masing-masing, karena alasan keamanan," tandasnya.

Apabila Istana Presiden dan Wapres menjadi satu, keduanya bisa terancam ketika suatu saat terjadi bahaya.

"Dengan demikian pemisahan Istana Presiden dan Wapres karena alasan keamanan," imbuhnya.

Sekedar informasi kompleks Istana Wapres merupakan salah satu bangunan gedung di IKN yang disayembarakan.

Bersama dengan kompleks Perkantoran Legislatif, kompleks Perkantoran Yudikatif, serta kompleks Peribadatan.

Berhubungan kompleks bangunan gedung untuk Wapres belum dibuatkan desain, maka dari itu diadakan sayembara.

Sementara dengan Istana Presiden, telah dirancang desainer I Nyoman Nuarta.

Kompleks Istana Wapres yang memiliki luas lahan 14,85 hektar ini termasuk dalam prioritas pembangunan tahap awal KIPP IKN 2022-2024.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved