Bantu Pemulihan Cedera, PKT Proaktif Salurkan Alat Bantu Jalan bagi Warga Gunung Elai

PKT Proaktif menyalurkan alat bantu jalan sesuai standar medis bagi Sulaiman warga RT 04 Tanjung Limau yang mengalami cedera patah tulang kaki.

Editor: Diah Anggraeni
HO/PKT
PKT melalui PKT Proaktif saat menyalurkan alat bantu jalan sesuai standar medis bagi Sulaiman, warga RT 04 Tanjung Limau, Kelurahan Gunung Elai Bontang Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sudah satu tahun berlalu, kecelakaan bermotor menimpa Sulaiman (33) warga RT 04 Tanjung Limau, Kelurahan Gunung Elai Bontang Utara.

Selama itu pula dia tidak bisa bergerak leluasa, karena cedera patah tulang di kaki bagian kanan akibat kejadian tersebut.

Pria yang berprofesi sebagai pembibit buah kayu bakau ini sebelumnya mengalami kecelakaan bersama rekannya, di lampu merah Jalan HM Ardans Pisangan Bontang Selatan saat menuju rumah, selepas silaturahmi dari tempat keluarganya.

Baca juga: Gelar GO VIRAL 5K, PKT Ajak Karyawan Budayakan Pola Hidup Sehat

Kala itu, Sulaiman dalam posisi dibonceng rekannya dan tidak mengetahui persis awal kejadian, hingga tiba-tiba terjatuh dari sepeda motor.

"Rekannya tidak terlalu parah, dia yang dibonceng malah parah. Lukanya sampai menembus tulang kaki," kata Bustam, kakak ipar Sulaiman saat ditemui di rumahnya, Kamis (21/7/2022) lalu.

Diungkapkannya, Sulaiman hanya bisa beraktivitas di dalam rumah dengan alat bantu seadanya karena kondisi yang sulit untuk berjalan.

Meski telah berupaya melakukan pengobatan medis di rumah sakit, tapi Sulaiman tidak masuk kategori yang ditanggung BPJS Kesehatan, sehingga menyulitkan Bustam untuk menindaklanjuti pengobatan adik iparnya itu.

"Saat ini pakai obat herbal dan tradisional saja untuk meredakan sakitnya," ujar Bustam, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Persoalan pembiayaan menjadi faktor utama Sulaiman tidak bisa mendapatkan perawatan intensif, sehingga diputuskan keluarga untuk pengobatan secara tradisional di rumah.

Beberapa kali Bustam pernah mencoba berkomunikasi dengan pihak rumah sakit, untuk melakukan operasi dengan pembiayaan mandiri.

Namun tidak ada hasil karena alasan keterbatasan peralatan.

Baca juga: Menuju Ketahanan Energi dan Pangan, PKT Sasar Potensi EBT hingga Program Strategis Pertanian

Harapan sempat muncul, saat salah satu rumah sakit di luar Bontang menyanggupi melakukan operasi kaki Sulaiman.

Namun harus diwajibkan dulu membayar jaminan Rp 30 juta.

Jumlah itu dirasa sangat besar dan Bustam pun tidak dapat menyanggupi.

"Kami hanya tahu kalau sakit bisa pakai BPJS, tapi dari komunikasi di rumah sakit tidak bisa. Makanya kami bingung dan tidak jadi bawa Sulaiman operasi, sebab harus ada uang dulu Rp 30 juta. Belum lagi biaya ambulans dari Bontang," tutur Bustam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved