Berita Pemkab Kutai Kartanegara

Kunjungan Tim Kajian Daerah Setjen Wantannas, Pemkab Perkenalkan Program “Terang Kampongku”

Pemkab Kutai Kartanegara menerima kunjungan kerja Tim Setjen Wantannas RI terkait upaya pemenuhan energi untuk masyarakat Kukar.

Editor: Diah Anggraeni
Prokom
Asisten I Pemkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan stakeholder terkait saat menerima kunjungan kerja Tim Kajian Sekretaris Jenderal Wantannas RI. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akhmad Taufik Hidayat bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder terkait menerima kunjungan kerja Tim Kajian Daerah Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Republik Indonesia (RI) di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, pekan tadi.

Kunker itu dipimpin Laksma TNI Bambang Eko Palgunadi yang merupakan Bandep Lingkungan Strategis Nasional, Kedeputian Pengkajian dan Penginderaan, Setjen Wantannas RI.

Kunjungan itu terkait upaya pemenuhan energi untuk masyarakat Kukar.

Baca juga: Apkasi Otonomi Expo 2022 di Jakarta, Tampilkan Peluang Investasi dan Karya UMKM Kukar

Asisten I Akhamd Taufik pada kesempatan itu memperkenalkan terobosan dari Kukar Idaman (Kutai Kartanegara Inovatif, Daya Saing dan Mandiri), terkait penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebagai tenaga listrik untuk masyarakat, yakni program "Terang Kampongku".

Dikatakannya, Terang Kampongku merupakan program dedikasi Kukar Idaman yang ditujukan untuk menyediakan dan memfasilitasi energi ramah lingkungan terbarukan, yang diutamakan pada daerah-daerah terpencil yang tidak dijangkau oleh layanan PLN (lihat grafis).

Program
Program "Terang Kampongku" yang menyediakan dan memfasilitasi energi ramah lingkungan terbarukan. (Prokom)

Baca juga: Bupati Kukar Edi Usulkan Creative Park, Menparekraf Sandiaga Uno Setuju

Adapun harapan yang diinginkan Pemkab Kukar terhadap penggunaan EBT, di antaranya, untuk capaian rasio elektrifikasi sebesar 90,41 persen hingga tahun 2021, terlaksananya kebijakan pengembangan pemanfaatan EBT melalui pengadaaan solar home system (SHS).

Terlaksananya pembangunan PLTS Komunal di daerah terpencil atau remote area secara berkelanjutan.

Selanjutnya, terbangunnya pembangkit listrik tenaga bio energi oleh pihak swasta (perusahaan sawit) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. (adv)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved