Mata Najwa

Mata Najwa Soroti Pekerja Imigran yang Disiksa di Sabah, Abu Mufakhir: Saat Sakit, Mereka Diremehkan

Mata Najwa ikut menyoroti soal pekerja migran yang disiksa di rumah detensi imigran di Sabah, Malaysia

YouTube Narasi Newsroom
Mata Najwa menyoroti kasus penyiksaan pekerja imigran di Sabah, Malaysia. menyatakan bahwa penyakit yang paling banyak dijumpai pada imigran itu 90 persen ada skabies. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mata Najwa ikut menyoroti soal pekerja migran yang disiksa di rumah detensi imigran di Sabah, Malaysia.

Dalam akun instagram Mata Najwa disebutkan bahwa hanya karena pekerja migran tersebut tidak berdokumen, tapi diperlakukan seperti kriminal.

"Kepada kami, mereka mengakui bahwa banyak perlakuan tak manusiawi yang mereka terima selama menjalani penahanan di rumah detensi," tulis akun Instagrama Mata Najwa, Minggu (31/7/2022).

Koalisi Buruh Migran Brdaulat mencatat beberapa poin penting dalam temuan mereka terkait perilaku yang diterima pekerja migran tersebut.

Diantaranya adalah, mereka kekurangan air bersih, diberi makan seadanya dan ditempatkan dalam rumah tahanan sementara yang telah melebihi kapasitas, hingga diduga ada kekerasan yang dilakukan oleh petugas.

Baca juga: Para Tokoh dan Pemuda Timor Leste Blak-blakan di Mata Najwa Soal BJ Habibie, Xanana: Dia Berani

Mrs.Y salah satu buruh migran penyintas mengatakan bahwa saat ditahan, ia tidak dibiarkan untuk sakit.

"Karena kalau sakit, itu kita tidak bisa dipulangkan, kalau pas di swab nanti kalau tidak lulus, kita tidak bisa dikirim," beber Mrs.Y.

Lebih lanjut, Mrs.Y menyampaiakan bahwa di rumah detensi tersebut, ia tidak bisa menjaga kesehatan, salah satu faktornya adalah karena jarang mandi.

Selain itu, air minum satu botol yang diberikan harus digunakan untuk dua hari dalam bertahan.

"Kami minum pas mau makan aja baru minum, terus untuk mau untuk BAB aja tuh susah, kadang kami nggak BAB selama dua minggu," ucap Mrs.Y.

Baca juga: Beber Daftar Panjang Buron KPK, Mata Najwa: DPO Sebelumnya Belum Tertangkap, Sekarang Ada Lagi Baru

Dalam laporan pemantauan KBMB, makanan diberikan kepada imigran dalam keadaan busuk.

Imbas asupan dan minimnya air bersih banyak WNI yang mengalami penyakit beri-beri hingga diare.

"Kayak makanan itu, kami diberi makan tuh, ikan yang isi perutnya juga nggak dibuang, terus ikannya tuh mau dibilang digoreng juga nggak digoreng, mau dibilang dibakar juga nggak dibakar," ucap Mrs.Y.

"Jadi apa yang mereka lakukan ke kami, kayak nggak pantas, kayak kami ini binatang," ucap Mrs.Y.

Baca juga: Mata Najwa: Rakyat Timor Leste Masih Keluhkan Mutu Pendidikan dan Air Bersih Pasca 20 Tahun Merdeka

Koordinator KBMB Abu Mufakir menyatakan bahwa penyakit yang paling banyak dijumpai pada imigran itu 90 persen ada skabies.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved