Ekonomi dan Bisnis

BBM Pertalite Langka, Energy Watch Ingatkan Pertamina Optimalkan Depo

Bahan Bakar Minyak atau BBM jenis Pertalite dikabarkan sudah ditemukan di beberapa SBPU yang ada di Indonesia.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Pengisian bahan bakar minyak atau BBM di SPBU di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Saat ini terjadi peningkatan jumlah pengguna BBM jenis Pertalite hampir di seluruh wilayah. Bukan hanya di wilayah Bogor atau Jakarta, yang saat ini disebut terjadi kelangkaan. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Bahan Bakar Minyak atau BBM jenis Pertalite dikabarkan sudah ditemukan di beberapa SBPU yang ada di Indonesia. 

Kelangkaan BBM Pertalite di berbagai daerah pun ditanggapi lembaga Eksekutif Energy Watch.

Ada penyebab terjadinya kelangkaan Pertalite yang selama ini menjadi produk favorit masyarakat pengguna kendaraan bermotor. 

Dijelaskan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan.

Baca juga: BBM Langka di Malinau Hampir 2 Bulan, Harga Solar Tembus Rp 12 Ribu/Liter, Picu Kenaikan Bahan Pokok

Dia melihat penyebab Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite langka, karena adanya disparitas harga.

Mamit berujar, saat ini terjadi peningkatan jumlah pengguna BBM jenis Pertalite hampir di seluruh wilayah.

Bukan hanya di wilayah Bogor atau Jakarta, yang saat ini disebut terjadi kelangkaan.

ILUSTRASI Antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU. Pengisian bahan bakar minyak atau BBM di SPBU di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU. Pengisian bahan bakar minyak atau BBM di SPBU di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

"Hal ini terjadi karena disparitas harga yang cukup tinggi antara Pertalite dengan BBM umum lainnya," ujar Mamit saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (10/8/2022).

Selain itu, ucap Mamit kondisi bahwa Pertalite merupakan Jenis BBM Tertentu (JBT) sehingga memang ada kouta jumlahnya.

Baca juga: Gara-Gara BBM Langka di Kubar, Warga Ramai-Ramai Layangkan Protes Lewat Media Sosial

"Sehingga dalam pendistribusiannya berdasarkan jumlah kuota yang ada," kata Mamit.

Mamit menyarankan agar Pertamina mengoptimalkan depo yang ada untuk beroperasi selama 24 jam agar pasokan tidak terganggu seperti saat ini terutama daerah yang konsumsinya mengalami peningkatan signifikan.

"Langkah yang perlu dilakukan saya kira penambahan kouta JBT sebanyak 3.5-5 juta KL agar bisa aman sampai akhir tahun," tutur Mamit.

Selain itu, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan dinilai perlu mengambil sikap untuk menyetujui penambahan kouta yang diusulkan Komisi VII dan Eementerian ESDM dalam rapat kerja yang diadakan pada tanggal 13 April 2022.

Baca juga: Pertalite dan Pertamax di Kubar Kering Total, Jalan Raya di Pusat Ibu Kota Sendawar Sepi Kendaraan

Sebelumnya, sulitnya mendapatkan BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Bogor mulai dirasakan para pengguna kendaraan bermotor.

Khususnya bagi pengendara sepeda motor yang memiliki mobilitas tinggi, salah satunya seperti pekerja kurir paket di Bogor, Soni (22).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved