IKN Nusantara

Anggaran Infrastruktur 2023 Rp 417 T, Termasuk IKN Nusantara, Produsen Baja Melirik

Anggaran infrastruktur 2023 Rp 417 Triliun, termasuk IKN Nusantara, produsen baja melirik

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Produsen pelat baja PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) melirik Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur sebagai pasar domestik yang potensial untuk beberapa tahun kedepan.

Dilansir dari Kompas.com, menurut Direktur Pemasaran GDST Gwie Gunadi Gunawan, rencana pemerintah membangun IKN memberi angin segar bagi industri baja di dalam negeri.

"IKN pasti akan membutuhkan baja untuk kontruksi jembatan dan infrastruktur gedung tinggi, IKN adalah pasar domestik yang potensial," katanya kepada wartawan saat ekspose publik di Surabaya, Senin (9/8/2022).

Tidak hanya untuk keperluan struktur jembatan dan gedung tinggi, menurut dia pemerintah juga membutuhkan sarana transportasi massal jenis MRT di kawasan IKN yang baru.

Baca juga: Alasan Sri Mulyani Belum Cairkan Dana Pembangunan IKN Nusantara, Berdampak Molor

Baca juga: Orang Muda di Kaltim Konvoi Safety Riding Dukung Ganjar Presiden 2024, Yakin Lanjutkan IKN Nusantara

Baca juga: Lelang Proyek Pembangunan Kawasan Inti IKN Nusantara Kaltim Ditarget Selesai Agustus 2022, Apa Saja?

"Rencana ini juga membutuhkan struktur baja sebagaimana MRT yang dibangun di Jakarta," terangnya.

Seperti diberitakan, pemerintah mematok belanja infrastruktur pada tahun 2023 di kisaran Rp 367,7 triliun - Rp 417,7 triliun.

Nilai ini lebih tinggi dibanding belanja infrastruktur pada tahun 2020 dan tahun 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran pembangunan IKN baru di Kalimantan Timur masuk dalam anggaran belanja tersebut.
"Tahun 2022 kita sudah mulai untuk bangun IKN dan tentu tahun 2023 juga akan makin diakselerasi.

Ini termasuk di dalam belanja negara terutama untuk belanja modal dan belanja infrastruktur," kata Sri Mulyani dalam rapat bersama Badan Anggaran di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, akhir Mei 2022 lalu.

Anggaran pengembangan IKN pada 2023 yang menggunakan dana APBN ini diarahkan untuk membangun sarana penting, mulai infrastruktur dasar hingga berbagai fasilitas pemerintahan yang utama.

Selain ekspansi pasar domestik, GDST berencana memperluas pasar ekspor dengan menambah tujuan ekspor ke Australia, New Zealand dan sejumlah negara Eropa, serta serta meningkatkan porsi ekspor ke pasar ekspor existing yaitu Singapura dan Malaysia.

GDST menargetkan pendapatan bisa mencapai Rp 1,8 triliun di sepanjang tahun 2022.

Di samping itu, perseroan juga membidik laba bersih bisa tumbuh 2 persen tahun ini. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved