Berita Nasional Terkini

Selain Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo di Pusaran Kasus Dugaan Suap, KPK dan PPATK Turun Tangan

Selain kasus pembunuhan Brigadir J, eks Kadiv Propam Ferdy Sambo di pusaran kasus dugaan suap hingga pencurian, KPK dan PPATK turun tangan.

Editor: Ikbal Nurkarim
Tangkap layar YouTube Kompas TV
Irjen Ferdy Sambo saat datangan Bareskrim Polri, guna diperiksa sebagai saksi atas kasus tewasnya Brigadir J, Kamis (4/8/2022). Selain kasus pembunuhan Brigadir J, eks Kadiv Propam Ferdy Sambo di pusaran kasus dugaan suap hingga pencurian, KPK dan PPATK turun tangan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Selain kasus pembunuhan Brigadir J, eks Kadiv Propam Ferdy Sambo di pusaran kasus dugaan suap hingga pencurian, KPK dan PPATK turun tangan.

Kasus Ferdy Sambo terus bergulir, kini ramai jadi sorotan kasus lain yakni dugaan suap dan pencurian sejumlah uang Brigadir j yang tak lain korban penembakan.

Untuk mendalami kasus tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PPATK turun tangan mendalami kasus tersebut.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan dugaan suap yang dilakukan oleh bekas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Inspektur Jenderal Ferdy Sambo.

Baca juga: TERSANGKA Bertambah? Mahfud MD Kawal Kasus Pembunuhan Brigadir J, Bongkar Geng Ferdy Sambo di Polri

Baca juga: Jokowi kepada Karni Ilyas Beber Alasan Perhatian pada Kasus Brigadir J yang Melibatkan Ferdy Sambo

Ia mengungkapkan, sepanjang ada laporan dugaan suap yang dilakukan Ferdy dan laporan tersebut layak untuk ditindaklanjuti melalui proses penyidikan, maka KPK akan menindaklanjutinya.

”Kalau di pengaduan kami ada masuk, tentu secara prosedural kami akan menindaklanjuti untuk kemudian ditelusuri apakah benar laporan tersebut adanya dugaan tindak pidana korupsinya,” kata Ghufron, Rabu (17/8/2022), dikutip dari Kompas.com.

Terpisah, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menyebutkan, pihaknya tengah memproses dugaan adanya transaksi dari rekening Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sebanyak Rp 200 juta yang terjadi pada 11 Juli 2022 atau 3 hari setelah Brigadir J tewas.

"Kami sudah berproses," ujarnya, Rabu.

Ivan ogah membocorkan temuan sementara PPATK mengenai dugaan transaksi tersebut.

Baca juga: Sosok Om Kuat, ART Putri Candrawathi yang Bantu Ferdy Sambo Buat Skenario Bunuh Brigadir J

Dia mengaku akan menyerahkan temuannya kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang sedang mengusut kasus kematian Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Dua laporan Dua lembaga itu bergerak setelah sebelumnya ada laporan dari sejumlah pihak soal dugaan Ferdy Sambo menyuap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan dugaan transaksi dari rekening Brigadir J.

“Dilakukan salah seseorang dari stafnya Ferdy Sambo di ruangan Ferdy Sambo di Kadiv Propam,” kata Koordinator Tampak Robert Keytimu saat ditemui awak media di Gedung Merah Putih KPK, Senin (15/8/2022).

Menurut Robert, saat itu salah satu staf LPSK didatangi orang yang memberikan dua amplop coklat setebal 1 sentimeter.

Ia menyebut, amplop tersebut merupakan titipan dari "bapak".

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved