Berita Kaltara Terkini

Polisi Kesulitan Ringkus Pelaku Peredaran Barang Haram di Perbatasan Kalimantan Utara

Ditresnarkoba Polda Kaltara berhasil menggagalkan peredaran 3,14 kilogram sabu dan 4.753 butir ekstasi di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI
Dirresnarkoba Polda Kaltara, Kombes Pol Agus Yulianto, menunjukan barang bukti berupa 4.753 butir esktasi dalam press release pengungkapan peredaran narkotika di Mapolda Kaltara, Senin (22/8/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kali ini polisi mengakui kesulitan meringkus pelaku peredaran barang haram atau narkoba di Kalimantan Utara.

Persoalan yang pelik karena pelaku pengedar barang haram memakai sistem jaringan terputus.

Modus tersebut membuat kesulitan bagi polisi di wilayah Polda Kaltara ( Kalimantan Utara). 

Ditresnarkoba Polda Kaltara berhasil menggagalkan peredaran 3,14 kilogram sabu dan 4.753 butir ekstasi di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara. 

Baca juga: Polda Kaltara Turunkan Tim Telusuri Penyebab Pencemaran Sungai Malinau

Sabu dan ekstasi tersebut diketahui berasal dari Tawau, Malaysia. Sebelumnya, pada Juli 2022 lalu pihak Polda Kaltara juga berhasil menggagalkan penyelundupan barang haram.

Waktu itu, polisi berhasil mengamankan 47 kilogram sabu asal Tawau, Malaysia di daerah yang sama dengan pengungkapan kali ini yakni di Sebatik, Nunukan.

Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya menerangkan sejumlah kendala dalam menghentikan peredaran sabu di daerah perbatasan.

Jenderal bintang dua itu mengatakan, para pelaku pengedaran narkotika baik kurir atau penerima dan pengendali di Malaysia menggunakan jaringan terputus sehingga ada kesulitan untuk didalami.

Baca juga: Dua Ibu Rumah Tangga di Penajam Paser Utara Diduga Edarkan Barang Haram

"Mereka menggunakan saluran jaringan terputus sehingga tidak mudah kita mengungkap itu," kata Irjen Pol Daniel Adityajaya, Senin (22/8/2022).

"Lalu kemajuan teknologi dan transportasi, selain membuat pergerakan manusia lebih mudah tapi juga dimanfaatkan pelaku kejahatan, dan terkait alat komunikasi yang tidak sama dengan daerah Malaysia ditambah mereka gunakan jaringan terputus," ungkapnya.

Karena itu, Irjen Pol Daniel mengatakan, pihaknya lebih mengandalkan dan mengharapkan akan peran aktif masyarakat di perbatasan untuk menanggulangi tindak pidana peredaran narkotika.

Ia berharap masyarakat setempat dapat memberikan informasi sekecil apapun terkait upaya peredaran narkotika di daerah perbatasan.

Baca juga: Barang Haram Nyaris Masuk ke Lapas Narkotika Samarinda Pakai Modus Daging Sapi Gulai

"Kita harapkan masyarakat kalau ada informasi bisa disampaikan, dan ini bukti keterlibatan masyarakat cukup berharga, karena ini juga berasal dari informasi masyarakat yang kita kembangkan," ujarnya.

"Jadi satu informasi dari masyarakat itu sangat berharga, karena itu kita kembangkan dan tiap informasi kecil akan kami kembangkan, kami juga pelajari kasus ini, kami minta masyarakat jangan terlibat dengan pererdaran, tapi berikan informasi itu kepada kami," sambungnya.

Selain pengungkapan, pihaknya juga mengajak masyarakat tak terjerumus ke godaan mengonsumi barang haram.

Menurutnya pihak kepolisian selalu aktif memberikan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat.

"Beberapa langkah kita lakukan, salah satunya ialah pencegahan itu dilakukan melalui anggota Polri di wilayah itu, lalu dengan Bhabinkamtibmas dan Polsek di sana," tuturnya.

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Penyelundupan Narkoba di Daerah Perbatasan RI-Malaysia Kerap Berulang, Kapolda Kaltara Beber Kendala

Sumber: Tribun kaltara
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved