Berita Pemkab Mahakam Ulu

Sukses Kelola 10 Hektare Lahan Wujudkan Swasembada Pangan, Bupati Mahulu Siapkan Reward bagi Kampung

Bupati Bonifasius Belawan Geh berjanji akan memberikan reward kepada kampung yang melalui Program Lahan 10 Hektare mencapai keberhasilan.

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Mahulu
Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh didampingi Ketua DPRD Mahulu Novita Bulan, Sekda Mahulu Stephanus Madang, dan Kepala DPMK Mahulu Damianus Tamha menyerahkan tanda pengenal dan tas peserta kepada perwakilan peserta bimtek. 

TRIBUNKALTIM.CO - Guna mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Bupati Bonifasius Belawan Geh, S.H., M.E. berjanji bahwa pemkab akan memberikan reward kepada kampung yang melalui Program Lahan 10 Hektare mencapai keberhasilan dan produksi padinya terbanyak.

"Jadi, saya berharap kita tetap semangat. Terbukti pada tahun ini kita sudah memulai, dengan hasil padi atau beras yang bagus dan berkualitas tinggi. Program ini juga termasuk dalam inovasi daerah, dan ditargetkan Kabupaten Mahulu 2023 sudah swasembada pangan. Tentunya ini perlu dukungan kita semua, mulai dari tingkat masyarakat kampung hingga jajaran pemerintah kabupaten," ujar bupati.

Hal ini disampaikan Bupati Bonifasius saat membuka bimbingan teknis (Bimtek) Aparatur Pemerintah Kampung, dalam rangka implementasi Aplikasi Siskeudes dan Aplikasi Sipades Online se-Kabupaten Mahulu Tahun Anggaran 2022, di Ballroom Hotel Selyca Mulia Samarinda, Senin (22/8/2022) pagi.

Baca juga: HUT Ke-77 RI di Mahulu Berlangsung Meriah, Bupati Sampaikan Terima Kasih kepada Masyarakat

Ditambahkan bupati, satu obsesi yang akan dicanangkan untuk dimiliki yakni keamanan pangan di Kabupaten Mahulu, terutama pangan primer yakni beras (swasembada pangan).

"Kita memakan nasi lebih banyak dari beras yang kita hasilkan. Dengan sendirinya, kita jadi sangat tergantung pada pasokan beras yang didatangkan dari luar daerah, bahkan dari luar pulau," ungkap bupati.

Untuk itu, pemkab dan pemerintah kampung sudah bersepakat agar setiap kampung mengupayakan 10 hektare lahan untuk budi daya pangan.

Memang tidak mudah mencari lahan seluas 10 hektare di setiap kampung.

Namun bagian yang tersulit dari pencarian lahan sudah diselesaikan.

"Dalam waktu yang tidak terlalu lama, semua kampung sudah menjamin ketersediaan lahan dimaksud. Selain lahan, tugas berat yang harus kita kerjakan adalah membangun koordinasi lintas sektor, terutama antara pemerintah kampung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Anggaran awal untuk meluncurkan program ini sudah kita siapkan melalui Dana Bankeu dan pengelolaannya ke depan akan ditangani oleh BUMK," jelas bupati.

Baca juga: Paskibraka Mahulu Ucap Ikrar Putra Indonesia, Bupati Ajak Rajut Kerukunan dalam Keberagaman

Lebih lanjut Bupati Mahulu mengimbau agar setiap kampung mendukung program ini.

"Minimal 10 hektare. Kalau bisa buka lebih daripada itu lebih bagus. Karena pada akhirnya hasil dari produksinya pasti tergantung dari luas lahan yang di buka, semakin luas yang di buka, hasil akan banyak juga, asal dikelola dengan baik sesuai dengan standar pengelolaan pertanian,” tandas Bupati. (adv)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved