Berita Tana Tidung Terkini

Tana Tidung Bisa Raup Rp 10 Juta per Kg dari Sarang Walet

Pasaran walet sejauh ini masih banyak peminatnya, baik itu dari pasar dalam negeri maupun luar negeri. 

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Sejumlah rumah burung walet di Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara. Kabupaten Tana Tidung menghasilkan 10 ton sarang walet setiap tahunnya dengan rata-rata harga sekira Rp 10 juta per Kg. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - Usaha sarang walet memberikan banyak cuan bila memang benar-benar fokus. 

Pasaran walet sejauh ini masih banyak peminatnya, baik itu dari pasar dalam negeri maupun luar negeri. 

Namun bagi daerah masih belum maksimal dijadikan sebagai pendapatan daerah. 

Satu di antaranya seperti daerah Kabupaten Tana Tidung yang merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Utara. 

Baca juga: Pendapatan Asli Daerah Dari Pajak Sarang Walet di PPU Nihil Tahun 2021

Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah IV KPK RI soroti potensi usaha sarang burung walet di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara) yang dinilai cukup besar.

Bagaimana tidak, hasil panen sarang burung walet se-Kalimantan Utara bisa mencapai 34 ton per tahun. Yang mana, sekira 10 ton per tahunnya diperoleh dari Kabupaten Tana Tidung.

Sayangnya, usaha sarang burung walet tersebut belum menjadi sumber pendapatan asli daerah atau PAD Kabupaten Tana Tidung.

Padahal, menurut Kasatgas Korsup Wilayah IV, Wahyudi, jika pemerintah Kabupaten Tana Tidung mengambil pajak dari usaha sarang walet, dapat menopang anggaran pendapatan belanja daerah atau APBD Tana Tidung yang kecil.

Baca juga: Usaha Sarang Walet di Sungai Siran Sudah Ada Sejak 2010 Silam, Rata-Rata Warga Raup Rp 27 Juta/Bulan

"Bagaimana mau memajukan atau membangun Tana Tidung, sedangkan dari APBDnya sendiri kecil.

Makanya, kami nanti akan melakukan semacam FGD terkait dengan optimalisasi tata niaga sarang walet ini" ujarnya kepada TribunKaltara.com

Dia menyampaikan, jika Kabupaten Tana Tidung menghasilkan 10 ton sarang walet setiap tahunnya dengan rata-rata harga sekira Rp 10 juta per Kg.

Maka, penghasilan yang didapat dari usaha sarang burung walet bisa mencapai sekira Rp 100 miliar setiap tahunnya.

Baca juga: Hanya Rp 50 Juta, Potensi Penerimaan Pajak Sarang Burung Walet di Balikpapan

Dengan angka tersebut, tentunya cukup membantu pembangunan Tana Tidung, jika sebagian penghasilan itu masuk ke PAD Tana Tidung.

"Katakan saja pajaknya yang diambil 1 persen, berarti kan itu Rp 1 miliar per tahunnya. Nah, itu kan bisa untuk membantu pembangunan Tana Tidung," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved