Berita Kaltim Terkini

Warga Binaan di Kalimantan Timur Masih Bisa Mengatur Distribusi Barang Haram

Meski tengah menjalani masa tahanan, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan tetap megendalikan peredaran barang haram

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Tersangka kejahatan narkotika yang telah diungkap oleh jajaran Polda Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Meski tengah menjalani masa tahanan, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan tetap megendalikan peredaran barang haram atau narkoba jenis sabu-sabu.

Kasus ini terungkap setelah Subdit I Ditresnarkoba Polda Kaltim mengamankan M alias Ram dengan barang bukti 306 Gram pada Sabtu (3/9/2022) lalu.

Ram diamankan di kawasan Pandansari, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

Berdasarkan keterangan, barang tersebut (sabu) dikendalikan dari Lapas Balikpapan.

Baca juga: Bongkar Peredaran Barang Haram di Tanjung Laut, Polres Bontang Ringkus Pengedar dan Kurir

"Kami lalu berkoordinasi dengan pihak Lapas dan memang benar barang tersebut dikendalikan dari sana," ungkap Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kaltim, AKBP Hendrik, Kamis (8/9/2022).

Hendrik menerangkan, warga binaan Lapas tersebut berperan sebagai operator penghubung yang mengatur transaksi narkoba. Antara Ram dan warga binaan tersebut juga tak saling kenal.

“Warga binaan Lapas ini hanya mempunyai tugas menunjukkan lokasi sabu kepada tersangka Ram. Memang jaringannya putus-putus,” ungkap Hendrik.

Terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Rickynaldo Chairul menambahkan, narapidana kasus narkoba memang masih dipercaya oleh jaringan di atasnya.

Baca juga: Polisi Gagalkan Distribusi Barang Haram Samarinda-Kutai Timur, Terkuak Ada 1 Kg dan 6 Pelaku

Menurutnya bahwa jaringan di atasnya enggan membentuk jaringan baru.

"Mereka tidak mau berhubungan dengan orang baru,” ucap Ricky.

Dia mengaku pernah menyampaikan kepada Dirjenkumham Kalimantan Timur, agar napi narkoba tak diberi handphone.

“Karena dia (napi) bisa mengendalikan peredaran narkoba dari dalam. Sebab hanya dia yang bisa dihubungi sama bosnya," jelas Ricky.

Baca juga: Polisi Kesulitan Ringkus Pelaku Peredaran Barang Haram di Perbatasan Kalimantan Utara

Rickynaldo menjelaskan, penggunaan ponsel di dalam Lapas seharusnya tidak ada.

Sehingga para bandar tidak lagi dapat mengendalikan barang haram tersebut. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved