Berita Penajam Terkini

APBD Perubahan Penajam Paser Utara Capai Rp 1,7 Triliun, Naik Rp 400 Miliar

- DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar rapat paripurna, penyampaian nota penjelasan dan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Paripurna DPRD PPU, penyampaian nota penjelasan dan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022, pada Selasa (13/9/2022).TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar rapat paripurna, penyampaian nota penjelasan dan pandangan umum fraksi-fraksi, terhadap rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 pada Selasa (13/9/2022).

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati PPU Hamdam mengemukakan, bahwa setelah berjalannya semester pertama realisasi APBD 2022, terdapat beberapa perubahan terkait kebijakan umum APBD yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran (KUA).

Sehingga menjadi skala prioritas dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022.

“Penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 ini, merupakan sub sistem dalam pengelolaan keuangan daerah," ungkapnya kepada TribunKaltim.co.

Kata dia, perubahan tersebut seperti pergeseran anggaran antar jenis belanja, pergeseran anggaran antar program dan kegiatan, antar unit organisasi maupun antar belanja.

Baca juga: 2 Persen APBD Perubahan Bakal Direfocusing untuk Bantuan Sosial Buntut Kenaikan BBM

Baca juga: APBD Perubahan 2022 Balikpapan Naik Jadi Rp 3 Triliun

Baca juga: DPRD Paser Setujui Raperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022 Senilai Rp 2,9 Triliun Lebih

Hal itu dilakukan, agar seluruh target kinerja terhadap program dan kegiatan yang telah direncanakan, dapat berjalan.

"Diharapkan agar target dapat dicapai," lanjutnya.

Dalam rancangan perubahan APBD 2022 lanjut dia, terfokus pada penyelesaian kewajiban utang pemerintah daerah tahun sebelumnya.

Pemerintah daerah mendapatkan pelampauan pendapatan, sehingga menjadi semangat untuk melakukan pembayaran utang, baik bertahap maupun berkesinambungan.

"Itu dapat menuntaskan dan menyelesaikan kewajiban utang tahun sebelumnya," tambahnya.

Selain itu, juga dilakukan penyesuaian pendapatan daerah yang mengalami peningkatan, serta penambahan belanja daerah seperti pemenuhan gaji dan tunjangan ASN.

Ditambah dengan adanya pengangkatan CPNS dan P3K serta pengisian pejabat struktural organisasi pada masing-masing SKPD, yang selanjutnya ditampung dalam Perubahan APBD 2022.

“Upaya-upaya untuk mewujudkan kondisi keuangan daerah yang sehat dan berkelanjutan terus dilaksanakan pemerintah Kabupaten PPU," bebernya.

Secara umum dapat digambarkan, target pendapatan pada Perubahan APBD 2022 ditetapkan sebesar Rp1,574 triliun lebih, terdapat kenaikan sebesar Rp403,8 miliar lebih atau 35 persen dari target pendapatan dalam APBD Murni sebesar Rp.1,170 triliun lebih.

Baca juga: Pengesahan APBD Perubahan, DPRD Kaltim Target di 14 September 2022

Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp93,77 miliar lebih, naik sebesar Rp12 miliar lebih, atau sebesar 15 persen dari APBD Murni sebesar Rp81,76 miliar lebih.

Sementara itu dari pandangan fraksi-fraksi DPRD yang disampaikan oleh masing-masing juru bicaranya mengatakan setuju atas rancangan perubahan APBD 2022 dengan berbagai catatan yang disampaikan. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved