Bangun Sinergi, DKUMKMP Kota Balikpapan Gelar Sarasehan Perkoperasian 2022

DKUMKMP Kota Balikpapan menggelar kegiatan Sarasehan Perkoperasian Tahun 2022 untuk membangun sinergi agar koperasi dapat berkembang dengan baik.

TribunKaltim.co/Ary Nindita Intan
Pelaksanaan kegiatan Sarasehan 2022 di Hotel Horison Sagita Kota Balikpapan, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO - Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan menggelar kegiatan Sarasehan Perkoperasian Tahun 2022 di Hotel Horison Sagita Kota Balikpapan, Rabu (21/9/2022).

Kegiatan Sarasehan Perkoperasian 2022 yang mengusung tema "Membangun Sinergitas Pengawasan Koperasi di Kota Balikpapan" ini bertujuan untuk membangun sinergi agar koperasi di Kota Balikpapan dapat berkembang dengan baik.

Disampaikan oleh Plt Kepala DKUMKMP Balikpapan, Rosdiana, tema yang diambil dalam pelaksanaan kegiatan sarasehan tersebut diambil dengan beberapa pertimbangan.

Baca juga: Dekopinda Kota Balikpapan Apresiasi Kegiatan DKUMKMP Guna Membina Koperasi di Kota Balikpapan

Beberapa pertimbangan tersebut antara lain:

1. Masih banyak koperasi yang tidak aktif karena pengurusnya sudah tidak aktif melaksanakan tugas dan fungsinya, serta alamat koperasinya tidak ditemukan.

Hal ini berdasarkan dengan data ODS koperasi terdapat 608 koperasi dimana hanya 434 koperasi yang aktif serta sisanya sebanyak 174 koperasi sudah tidak aktif dan tidak ditemukan alamatnya.

2. Masih banyak koperasi yang belum mendaftarkan unit usaha yang dikelolanya melalui OSS RBA untuk mendapatkan nomor induk berusaha (NIB).

3. Masih banyak koperasi yang belum mendaftarkan koperasinya ke Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum pada Kementerian Hukum dan HAM sebagaimana dalam data ODS koperasi dari 434 koperasi hanya 38 koperasi yang sudah terdaftar di AHU.

Baca juga: HUT Ke-75 Koperasi Indonesia, DKUMKMP Beri Penghargaan bagi Koperasi Terbaik di Kota Balikpapan

4. Masih banyak koperasi yang belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang merupakan kewajiban bagi koperasi, di mana pada tahun buku 2020 terdapat 100 koperasi yang melaksanakan RAT, namun pada tahun buku 2021 mengalami penurunan lagi yaitu hanya 82 koperasi.

5. Masih ada ditemukan lembaga yang melakukan kegiatan semacam koperasi, tetapi tidak memiliki ijin badan hukum koperasi, sehingga dapat merugikan masyarakat.

Baca juga: Songsong Balikpapan sebagai Beranda IKN, DKUMKMP Gelar Sejumlah Pelatihan bagi UMKM

Dengan pertimbangan tersebut, Rosdiana mengimbau kepada seluruh koperasi yang ada di Kota Balikpapan agar segera melakukan RAT tahun buku 2021.

"Apabila dua atau tiga tahun berturut-turut tidak melakukan RAT tahun buku 2021, atau tidak melakukan pelaporan hasil RAT tahun buku 2021 ke Dinas Koperasi UMKMP, akan dinonaktifkan di ODS online dan sistemnya," ucapnya.

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved