Berita Kutim Terkini

3 Pelaku Ilegal Logging di Kutim Dibekuk Polisi, Barang Bukti Kayu Senilai Rp 100 Juta

Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kutai Timur (Kutim) menangkap tiga orang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Kayu ulin dan meranti yang diamankan Polres Kutim dari perkara ilegal logging di Kecamatan Batu Ampar, Kutim. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kutai Timur (Kutim) menangkap tiga orang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana ilegal logging.

Ketiga pelaku tersebut yakni berinisial DM, JM, dan YY yang ditangkap di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutim.

Kasat Reskrim Polres Kutim, IPTU I Made Jata Wiranegara menyebut bahwa ketiganya dibekuk usai Tim Unit III Tipidter adanya dugaan tindak pidana ilegal logging di kawasan tersebut.

"Tim melintas di Jalan Blok KM 55 dan menemukan tumpukan Kayu jenis meranti putih dan ulin dan kemudian mencari tahu pemilik dari kayu tersebut," ujarnya dalam rilis, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Investigasi DLH Bontang, Temukan 10 Pelaku Pembalakan Liar Hutan Mangrove di Selangan

Dari hasil penyelidikan, ditemukan kayu tersebut merupakan milik DM yang berasal dari blok areal konsesi PT Kiani di KM 41.

Kayu meranti dan ulin tersebut bermaksud akan dijual ke Kecamatan Sangatta serta Kecamatan Bengalon.

Kemudian di hari yang berbeda, yakni tanggal 3 September 2022, tim mengamankan JM selaku buruh angkut dan YY selaku sopir yang membawa kayu tersebut.

"Setelah keduanya dimintai keterangan, mereka menyampaikan bahwa pemilik kayu dan yang menyuruh untuk memuat kayu tersebut adalah saudara DM," ujarnya.

Berdasar pada keterangan ini, dua hari kemudian pihak kepolisian mengamankan DM beserta barang bukti berupa kayu meranti dan ulin tersebut ke Mako Polres Kutim.

Bersama dengan pelaku, Polres Kutim mengamankan sebanyak 288 batang kayu meranti putih ukuran 8x18 cm dan 44 batang kayu jenis ulin ukuran 8x8 cm.

Total terdapat 376 batang kayu atau sekitar 25 kubik dengan nilai kurang lebih Rp 100 juta.

Modus operandi tersangka melakukan tindakan ilegal logging tersebut dengan membeli kayu olahan dari pihak yang melakukan penebang pohon di kawasan hutan.

Baca juga: UPTD Tahura Kaltim Temukan Chainsaw dan Sepeda Motor, Diduga Milik Pelaku Pembalakan Liar

"Kemudian kayu yang tersebut diangkut dan sipindahkan ke penumpukan sementara di lokasi Areal Penggunaan Lain (APL) atau di luar kawasan hutan," ujarnya.

Motif tersangka melakukan tindakan tersebut yakni untuk diperjualbelikan yang mana dari hasil penjualan tersebut, tersangka mendapatkan keuntungan pribadi. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved