Berita Paser Terkini

Tumbuhkan Kesadaran Sejak Dini, DP2KBP3A Kampanyekan Setop Perundungan di Kalangan Pelajar

DP2KBP3A Kabupaten Paser, mengkampanyekan setop perundungan di kalangan pelajar ke sekolah-sekolah

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Kabid Pengarusutamaan Gender (PUG) DP2KBP3A Paser Kasrani saat mengkampanyekan setop perundungan di kalangan pelajar yang telah dilakukan di SMK 4 Negeri Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER- Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser, mengkampanyekan setop perundungan di kalangan pelajar ke sekolah-sekolah.

Pada giat tersebut, pelajar diberikan pemahaman pentingnya pertemanan serta akibat atau dampak dari perbuatan perundungan.

Kabid Pengarusutamaan Gender (PUG) DP2KBP3A Paser, Kasrani menyampaikan sosialisasi tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini pada pelajar.

"Sosialisasi setop perundungan kepada pelajar bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang perlunya menghindari perundungan dalam kehidupan di sekolah," kata Kasrani, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Di Hadapan Kak Seto, Irjen Ferdy Sambo Menangis, Anaknya Jadi Korban Perundungan

Baca juga: Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Balikpapan Didominasi Tindak Perundungan

Baca juga: SMPN 1 PPU Berupaya Zero Bullying, 30 Siswa Jadi Agen Anti Perundungan

Selain melakukan sosialisasi, DP2KBP3A Paser juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan berbagai pihak.

Seperti halnya yang telah dilakukan di SMK 4 Negeri Tanah Grogot beberapa waktu lalu.

"Penandatanganan komitmen untuk mewujudkan sekolah tanpa perundungan melibatkan segenap tenaga pendidik, siswa, komite sekolah, dan pengawas sekolah," cetusnya.

Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku perundungan sebagaian pernah mengalami perundungan sebelumnya.

Menurutnya, peristiwa itu bisa terjadi saat di jenjang sekolahan karena masih kurangnya pengawasan dan adanya pengaruh lingkungan.

"Sosialisasi stop perundungan sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak," bebernya.

Saat sosialisasi, Ia juga meminta kepada pelajar dapat menjaga diri dari tindakan yang dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri seperti tindakan pelecehan.

"Untuk mengatasi perundungan, perlu kerjasama seluruh warga sekolah yaitu siswa, pendidik/tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat," jelasnya.

Untuk itu, Ia meminta seluruh sekolah mulai dari tingkat dini hingga sekolah atas untuk mengkampanyekan pentingnya gerakan stop perundungan di sekolah untuk mewujudkan  siswa-siswa sebagai Generasi Emas.

Baca juga: NEWS VIDEO Terduga Pelaku Perundungan di KPI Berencana Laporkan Sejumlah Netizen

Ia meyakini, melalui gerakan bersama perundungan di berbagai kehidupan masyarakat dapat dicegah.

"Karena anak-anak kita yang ada di sekolah sekarang ini akan menentukan bangsa dan negara kita di masa yang akan datang," tandasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved