Berita Samarinda Terkini

Dishub Kaltim Meminta pihak Aplikator Mematuhi Regulasi dari Kemenhub RI Soal Biaya Sewa Aplikasi

Pemprov Kaltim melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memanggil tiga perwakilan aplikasi jasa ojek online (ojol) menyikapi tuntutan mitra pengemudi

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FAIROUSSANIY
Dishub rapat bersama pihak perwakilan aplikasi ojol terkait tarif sewa aplikasi yang dikeluhkan mitra pengemudi ojol. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemprov Kaltim melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memanggil tiga perwakilan aplikasi jasa ojek online (ojol) menyikapi tuntutan mitra pengemudi yang sempat berdemo di Depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (26/9/2022) lalu.

Tuntutan biaya sewa penggunaan aplikasi maksimal 15 persen sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan (KP) Nomor 667 Tahun 2022 menjadi pembahasan.

Kepala Dishub Kaltim, Yudha Pranoto mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah provinsi serta mengundang langsung perwakilan perusahaan transportasi online yang beroperasi di Benua Etam.

PT Gojek Indonesia, PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab), dan PT Teknologi Perdana Indonesia (Maxim) diundang ke Kantor Dishub Kaltim.

Baca juga: Timsel JPT Pratama Umumkan Tiga Besar Calon Pimpinan 13 Jabatan di Pemprov Kaltim

"Sudah ada rapat kemarin, intinya mereka (ojol) meminta supaya disesuaikan dengan aturan yang sudah ada. Dimana terkait biaya sewa penggunaan aplikasi, paling tinggi 15 persen. Artinya paling tinggi sudah, jadi aplikator harus seragam, jangan naik 20 persen atau malah lebih," ungkap Yudha Kamis (28/9/2022).

Lebih lanjut dikatakan, Yudha bahwa perwakilan Gojek dan Grab masih menerapkan biaya sewa penggunaan aplikasi sebesar 20 persen.

Tetapi hal ini juga beralasan, potongan tersebut sesuai dengan benefit yang diterima para mitra pengemudi.

Baca juga: Operasi Gakkum ODOL di Paser, Dishub Kaltim Berlakukan Sanksi Tilang di Tempat Bagi Pelanggar

Serta dikembalikan kepada mitra dalam bentuk lain. Seperti program swadaya, layanan asuransi, dan jaminan keberlanjutan usaha.

Sementar pihak Grab masih berkoordinasi dengan Kemenhub RI untuk menetapkan angka 15 persen tersebut.

Ia pun menyebut, perusahaan transportasi online di dunia juga memberlakukan potongan biaya sewa penggunaan aplikasi yang sama. Bahkan di atas 20 persen.

Baca juga: Jawaban Gubernur Kaltim Pembangunan IKN Nusantara Ganggu Mangrove, Singgung Buaya

Grab juga memberikan beberapa manfaat kepada mitra pengemudi. Seperti fasilitas asuransi, vaksin center, program perlindungan, pemberian sembako, voucher bengkel dan peningkatan platform.

"Dari tiga aplikator transportasi online utama yang beroperasi di Kaltim, hanya Maximyang menerapkan potongan biaya sewa penggunaan aplikasi sesuai aturan KP 667/2022," pungkas Yudha. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved