Berita Balikpapan Terkini

Cashback Operator Feri Kariangau-Penajam Diduga Kembali Mencuat, Ini Kata BPTD XVII Kaltim-Kaltara

Praktik kecurangan berupa cashback maupun pengondisian muatan di lalu lintas penyeberangan feri Kariangau-Penajam belakangan kembali mencuat

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kepala BPTD XVII Kaltim-Kaltara, Muiz Thohir.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN– Praktik kecurangan berupa cashback maupun pengondisian muatan di lalu lintas penyeberangan feri Kariangau-Penajam belakangan kembali mencuat.

Padahal di tahun lalu, praktik semacam ini sudah mulai berhasil diredam dan nyaris tak terlihat.

Namun disinyalir akibat minim pengawasan, lantas menjadi celah bagi oknum operator untuk kembali memainkan praktik tersebut.

Praktik pemberian cashback terhadap pengguna jasa penyeberangan yang didominasi angkutan barang ini, sebelumnya sempat menjadi ajang marketing antar operator untuk menjaring pelanggan.

Namun hal tersebut kemudian disepakati bahwa pemberian cashback sama artinya melanggar dan tidak dibenarkan.

Baca juga: Kapal Feri tak Bisa Melintasi Sungai Saat Penutupan Jembatan Sambaliung, Pemkab Berau Cari Solusi

Baca juga: Rencana Perbaikan Jembatan Sambaliung, Penyeberangan Kendaraan Pakai Kapal Feri Bukan LCT

Baca juga: Kapal Feri Kayu, Angkutan Penyeberangan Utama Warga yang Ingin Bepergian ke Sebulu Kutai Kartanegara

Dikhawatirkan, perang cashback justru memicu rivalitas yang tidak sehat antar operator.

Ditemui di Terminal Batu Ampar, Kepala BPTD XVII Kaltim-Kaltara, Muiz Thohir mengatakan bahwa sejatinya cashback ini sudah disepakati oleh masing-masing operator agar tidak dilakukan.

Dimana dari kesepakatan yang sudah ada, diperbaharui kembali melalui pertemuan yang berlangsung sore tadi, Senin (3/10/2022), di Terminal Batu Ampar.

Dimana pembahasannya, juga berkutat mengenai membangun persaingan yang sehat antara operator kapal ferry dalam menjalankan komoditas jasanya.

"Kalau cashback kan sudah saling sepakat kalau itu tidak benar. Sebenarnya kami sih dari BPTD tidak masuk ke arah sana. Tapi di dalam forum pertemuan ini kita menekan komitmen mereka kembali," ujar Muiz.

Terkait pemberian cashback yang kembali marak, Muiz menilai bahwa sejatinya ini tak lebih dari prasangka oleh salah satu operator yang menganggap ada penurunan angkutan, sementara operator lain tampak tak ada penurunan.

Sementara menurut dia, secara menyeluruh memang terdapat penurunan load factor tiap operator. Terlebih sesaat kenaikan harga BBM.

Disinggung soal temuan dari Dishub Kaltim sendiri, Muiz menyatakan bahwa Kadishub Provinsi Kaltim sendiri baru sebatas mengindikasikan adanya praktik curang tersebut.

Baca juga: Dermaga Penyeberangan Kapal Feri di Sei Jepun dengan Rute Nunukan-Tarakan Masih Beroperasi

"Cashback ini kan kadang susah juga ya (dibuktikan). Karena ini cuma prasangka di internal operator. Kalau Pak Kadis masih mengindikasikan ada kemungkinan praktik cashback di lapangan," ulasnya.

Namun begitu, pihaknya memfasilitasi kesepakatan antar operator. Jika para operator menganggap bahwa cashback merupakan kecurangan, maka pihaknya akan menyesuaikan.

Selanjutnya, kata Muiz, Dishub Provinsi Kaltim akan membentuk tim pengawas regulator yang memastikan bahwa kenyataan di lapangan berjalan sesuai dengan yang disepakati.

"Soal sanksi memang agak susah. Tapi kalau terakhir waktu rapat dengan Kadishub, intinya sepakat. Kalau memang ketangkap tangan di lapangan, laporkan,kita proses," tegasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved