Berita Kaltim Terkini

DBD Kaltim Masuk Zona Merah, Gubernur Isran Noor Minta Dinkes Segera Ambil Langkah

Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Kalimantan Timur per tanggal 28 September 2022 sudah mencapai 3.422 kasus dan ini lebih tinggi jika melihat se

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Gubernur Kaltim Isran Noor meminta Dinkes Kaltim segera mengantisipasi penyebaran kasus DBD yang diketahui meningkat hingga September 2022. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Kalimantan Timur per tanggal 28 September 2022 sudah mencapai 3.422 kasus dan ini lebih tinggi jika melihat sepanjang tahun 2021 yang mencapai 2.898 kasus dari data Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kemenkes RI juga mencatat dalam temuan Incidence rate DBD (jumlah kasus DBD per-100.000) tertinggi terjadi di 10 provinsi di antaranya Bali, Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat dan DI Yogyakarta.

Kaltim saat ini menjadi daerah yang masuk dalam daftar provinsi di luar Pulau Jawa dalam zona merah kasus penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Gubernur Kaltim Isran Noor meminta Dinkes Kaltim segera mengantisipasi penyebaran agar tidak banyak warga yang menderita kasus DBD dan harus dirawat.

"Kita prihatin atas kasus ini. Karena Provinsi Kaltim sebagai salah satu daerah yang masuk zona merah kasus DBD di luar Pulau Jawa. Saya minta instansi terkait segera melakukan langkah antisipatif penyebaran DBD," ungkap Isran Noor, Senin (3/10/2022) dalam keterangan resminya.

Baca juga: Pemkot Samarinda Godok Perwali Untuk Atasi Kenaikan Kasus DBD

Kasus DBD di Kaltim sendiri, hanya satu daerah yang dalam status zona hijau, yakni Kabupaten Paser.

Melihat ini, Isran Noor juga meminta seluruh pihak agar bersama-sama bekerja menangani kondisi kasus DBD, yang menurutnya sama berbahaya dengan Covid-19.

"Harus ada langkah-langkah antisipatif terhadap kasus tersebut. Jadi, kita harus segera antisipatif penyebaran. Kalau di Pulau Jawa semua zona merah," tuturnya.

Gubernur juga ingin pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak terhambat dengan adanya kasus DBD yang meningkat, serta tidak meluas di sekitar daerah tersebut.

Baca juga: Berantas Nyamuk DBD di Kutai Timur Harus dari Jentik

"Karena itu, saya berharap sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN) kasus ini jangan sampai meluas dan menyebar," ucap Isran Noor penuh harap. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.  

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved